Kartunis yang Dikecam dan Sebabkan Kerusuhan karena Gambar Wajah Nabi Muhammad Meninggal

Senin, 19 Juli 2021 | 12:01 WIB
Kurt Westergaard Kurt Westergaard

RIAU24.COM - Kurt Westergaard, seorang kartunis asal Denmark yang sempat mengundang kontroversi di tengah umat Muslim dunia karena melukis wajah Nabi Muhammad, meninggal di usia 86 tahun, Minggu (18/7).

Keluarga mengatakan Kurt meninggal setelah lama sakit. 
Baca Juga: Negara Ini Pilih Tak Perpanjang Masa Darurat Meskipun Covid-19 Kian Mengkhawatirkan


Kurt Westergaard adalah seorang kartunis untuk surat kabar konservatif Jyllands-Posten dari awal 1980-an. Dia mulai dikenal pada 2005 setelah menggambar Nabi Muhammad di surat kabar.

Kartun yang menunjukkan sebuah bom sorban, adalah satu dari 12 yang diterbitkan oleh surat kabar untuk menunjukkan penyensoran diri dan kritik terhadap Islam.

Penggambaran Nabi Muhammad secara luas dianggap sebagai tabu dalam Islam, dan menyinggung umat Muslim. Kartun surat kabar itu memicu protes di Denmark, sementara pemerintahnya menerima keluhan dari duta besar negara-negara mayoritas Muslim.

Baca Juga: Taliban Kian Ganas, Pakistan Ambil Sikap Kerahkan Militer Jaga Perbatasan

Kemarahan memuncak dalam protes di seluruh dunia Muslim pada Februari 2006. Kedutaan Denmark diserang dan puluhan orang tewas dalam kerusuhan.

Pada 2015, 12 orang tewas dalam serangan terhadap kantor majalah satir Prancis Charlie Hebdo, yang menerbitkan kartun tersebut. Setelah kartun diterbitkan, Westergaard menerima banyak ancaman pembunuhan dan menjadi target upaya pembunuhan.

Dia pertama kali bersembunyi tetapi kemudian memutuskan untuk tinggal secara terbuka di sebuah rumah yang dijaga ketat di Aarhus, kota kedua Denmark.

Pada tahun 2008, dinas intelijen Denmark mengumumkan penangkapan tiga orang yang didakwa merencanakan pembunuhan Westergaard.

Berbicara kepada kantor berita Reuters pada tahun 2008 , Westergaard mengatakan dia tidak menyesali gambar satirnya.

Dia mengatakan kartun itu telah menghasilkan diskusi "penting" tentang tempat Islam di negara-negara barat dengan nilai-nilai sekuler.

"Saya akan melakukannya dengan cara yang sama (lagi) karena saya pikir krisis kartun ini adalah katalis yang mengintensifkan adaptasi Islam," katanya.

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...