Mayat dan Kapak Ditemukan di Toilet Sekolah, SMP River Valley Singapura Terpaksa Tutup Sementara

Selasa, 20 Juli 2021 | 14:21 WIB
Sumber foto: BBC Sumber foto: BBC

RIAU24.COM - Seorang anak berusia 16 tahun di Singapura didakwa atas pembunuhan teman sekolahnya yang berusia 13 tahun, Senin (19/7).

Sebab masih di bawah umur, nama pelaku dan korban tidak disebutkan.
Baca Juga: Negara Ini Pilih Tak Perpanjang Masa Darurat Meskipun Covid-19 Kian Mengkhawatirkan

 
Singapura merupakan satu dari sedikit negara dengan jumlah kriminal terendah. Kejadian ini merupakan pukulan keras bagi Singapura.

Mulanya, polisi dipanggil ke Sekolah Menengah River Valley karena ditemukan mayat seorang anak laki-laki di kamar mandi.

Sebuah kapak juga ditemukan tak jauh dari korban dan diambil menjadi barang bukti.

Penyelidikan awal menemukan bahwa kedua anak laki-laki ini tidak saling mengenal. Namun, diduga tersangka pernah mendapatkan perawatan di rumah sakit jiwa karena percobaan bunuh diri pada 2019.
Baca Juga: Taliban Kian Ganas, Pakistan Ambil Sikap Kerahkan Militer Jaga Perbatasan
 
Di sidang pengadilan, hakim mengatakan bahwa jika tersangka terbukti bersalah, ia bisa mendapatkan hukuman mati. Namun, karena dia masih di bawah umur, hukuman itu bisa berubah menjadi penjara seumur hidup.

Jaksa meminta hakim agar remaja itu melakukan pemeriksaan psikiatri.

Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura, K Shanmugam mengatakan penyelidikan awal menunjukkan bahwa terdakwa telah membeli kapak secara online.

"Kami semua berduka dengan orang tua dari anak laki-laki yang terbunuh. Sulit bahkan untuk menggambarkan tingkat kesedihan mereka yang sebenarnya," tambahnya.

Menteri pendidikan Singapura, Chan Chun Sing, mengatakan kementeriannya bekerja sama dengan polisi dalam penyelidikan.

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...