Imam Katolik Top AS Mengundurkan Diri setelah Ketahuan Pergi ke Bar Gay dan Gunakan Aplikasi Kencan Gay

Rabu, 21 Juli 2021 | 16:10 WIB
Sumber foto: The Sun Sumber foto: The Sun

RIAU24.COM - Monsinyur Jeffrey Burrill sudah menjadi sekretaris jenderal Konferensi Waligereja AS sejak musim gugur lalu.

Sebagai seorang imam, Burrill telah mengambil sumpah selibat.
Baca Juga: Negara Ini Pilih Tak Perpanjang Masa Darurat Meskipun Covid-19 Kian Mengkhawatirkan


Burill ketahuan menggunakan aplikasi kencan gay Grindr dan bersenang-senang di bar gay.

Setelah tuduhan perilaku tidak pantas itu dibawa ke Konferensi oleh media Katolik, Burrill memilih untuk mengundurkan diri.

The National Catholic Reporter menyampaikan kabar pengunduran diri Burrill pada Selasa (20/7) 

Baca Juga: Taliban Kian Ganas, Pakistan Ambil Sikap Kerahkan Militer Jaga Perbatasan

Burrill adalah seorang imam dari keuskupan La Crosse, Wisconsin, dan bergabung dengan USCCB pada 2016.

Laporan penggunaan Grindr oleh imam pertama kali dibocorkan oleh situs berita Katolik, Pillar.

Situs tersebut mengklaim memperoleh informasi berdasarkan data yang dikumpulkan Grindr dari pengguna dan menyewa perusahaan untuk menganalisisnya.

"Perangkat seluler yang berkorelasi dengan Burrill memancarkan sinyal data aplikasi dari aplikasi pengait berbasis lokasi Grindr hampir setiap hari selama sebagian tahun 2018, 2019, dan 2020 di kantor USCCB dan kediamannya yang dimiliki USCCB, serta selama pertemuan dan acara USCCB di kota-kota lain," cerita The Pillar.

Mereka mengklaim bahwa data tersebut "diperoleh dari vendor data dan disahkan oleh perusahaan konsultan data independen yang dikontrak oleh The Pillar."

Uskup Agung Gomez mengatakan dalam memonya bahwa Burill sengaja mengundurkan diri karena khawatir dirinya menjadi gangguan pada operasi dan pekerjaan Konferensi yang sedang berlangsung.

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...