Atlet Spanyol Mengatakan Aturan Pemerintah Jepang Membuatnya Tidak Bisa Menyusui Selama Olimpiade

Kamis, 29 Juli 2021 | 14:38 WIB
Foto : worldofbuzz Foto : worldofbuzz
<p>RIAU24.COM -  Perenang sinkronisasi Spanyol, Ona Carbonell, yang melahirkan hampir setahun yang lalu, sangat ingin membawa putranya ke Olimpiade Tokyo sehingga dia bisa menyusuinya. Tetapi setelah menganalisis aturan yang diberlakukan oleh pemerintah Jepang, dia mengatakan dia menyadari bahwa itu akan sangat sulit dan tidak praktis.

Dilansir dari Forbes, Carbonell menuliskan kekecewaannya lewat akun Instagram-nya minggu lalu untuk mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap banyak kendala yang dihadapi oleh atlet menyusui dan berharap untuk menjelaskan masalah yang dihadapi.

Baca Juga: Pamer Berhubungan Seks dengan Pria Lain Sambil Video Call, Wanita Ini Dihajar Suaminya Hingga Alami Pendarahan Hebat

Dalam videonya, Carbonell yang berbicara dalam bahasa Spanyol menjelaskan pedoman yang harus dia ikuti di Olimpiade agar dapat menyusui putranya yang berusia hampir satu tahun, bernama Kai. Menurut Carbonell, Kai dan pasangannya harus tinggal di sebuah hotel, yang terletak di luar Desa Olimpiade, sepanjang waktu selama Olimpiade.

Dia tidak hanya khawatir tentang putranya yang terkurung di kamar hotel sepanjang waktu mereka di Tokyo, tetapi dia juga khawatir tentang kesehatan timnya.

“Mereka tidak diizinkan meninggalkan kamar hotel selama 20 hari saya berada di Tokyo. Bagi saya untuk pergi dan menyusui Kai kapan pun dia membutuhkannya di siang hari, saya harus meninggalkan Desa Olimpiade,” katanya.

Baca Juga: Taliban Juga Manusia: Jajan Es Krim Lalu Naik Perahu Bebek Sambil Tenteng Senjata


“Secara pribadi, saya tidak bisa menerima kondisi ini,” katanya, seraya menambahkan bahwa dia akan menggunakan pompa payudara selama Olimpiade.

Dilansir dari The Washington Post, Carbonell mengatakan dia memahami peraturan Covid-19 Jepang tetapi dia masih lebih suka keluarganya diizinkan tinggal di Desa Olimpiade. Dia mengatakan bahwa dia akan menggunakan pompa ASI saat dia berada di Tokyo dan berharap Kai akan tetap terikat begitu dia kembali ke rumah.

“Saya berharap video ini, dan setiap atlet lain yang berjuang dengan masalah yang sama, akan membantu menormalkan situasi ini, yang saat ini tidak normal,” tambahnya.

 

PenulisR24/dev


Loading...
Loading...