Ngelunjak, Kini Taliban Berani Pukuli Staff PBB, Anak-anak Mereka juga Diancam dan Didatangi

Jumat, 27 Agustus 2021 | 15:10 WIB
ilustrasi ilustrasi

RIAU24.COM - Menurut dokumen keamanan internal PBB, Taliban menyerang dan mencegah staff PBB di Afghanistan mencapai Bandara Internasional Kabul Hamid Karzai.

Taliban menghentikan seorang anggota staf PBB, menggeledah kendaraannya dan menemukan identitas PBB-nya. Kemudian mereka memukulinya.

Pada hari Senin, tiga pria tak dikenal mengunjungi rumah anggota staf PBB lainnya yang sedang bekerja pada saat itu. Mereka bertanya kepada putranya di mana ayahnya, dan menuduhnya berbohong.

Baca Juga: Koin Sangat Langka Buatan Kolonial New England Dijual Dengan Harga Fantastis

Insiden-insiden itu termasuk di antara lusinan yang terkandung dalam dokumen keamanan PBB yang menggambarkan ancaman terselubung, penjarahan kantor-kantor PBB dan penganiayaan fisik terhadap staf sejak 10 Agustus, tak lama sebelum Taliban berkuasa.

"Pihak berwenang yang bertanggung jawab di Kabul bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan staf dan tempat PBB. Kami tetap berhubungan dengan mereka dalam hal itu," kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric.

PBB telah merelokasi sekitar sepertiga dari 300 staf asing yang dimilikinya di Afghanistan ke Kazakhstan. Ia juga menekankan bahwa mereka ingin mempertahankan kehadirannya untuk membantu rakyat Afghanistan.

Baca Juga: Penambangan Bitcoin yang Sangat Berisik Membuat Orang Menjadi Gila Di Quebec

Seorang wanita Afghanistan, yang telah bekerja untuk PBB selama beberapa tahun, mengatakan kepada Reuters bahwa dia merasa ditinggalkan.

"Setiap wanita yang saya kenal memiliki ketakutan yang sama seperti saya. Apa yang sekarang akan terjadi pada anak-anak kita jika kita dihukum karena pekerjaan kita? Apa yang akan terjadi pada keluarga kita? Apa yang akan mereka lakukan pada kita sebagai wanita?" katanya, tak ingin disebutkan nama.

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...