Nggak Berfaedah! Ini 7 Alasan Kalian Harus Berhenti Jadi Tukang Nyinyir

Minggu, 12 September 2021 | 12:57 WIB
google google

RIAU24.COM - Tidak bisa dipungkiri kalau manusia zaman sekarang itu cenderung julid. Kerjaannya keposuka ikut campur, serta hobi banget nyinyirin hidup orang lain. Seolah-olah dirinya udah paling benar dan sempurna.

Perlu Kamu tahu bahwa nyinyir ataupun bergosip itu adalah tindakan yang sama sekali nggak ada faedahnya. Selain buang-buang waktu, juga nambahin dosa. Inilah alasan penting kenapa Kamu harus segera berhenti jadi tukang nyinyir.

1. Nyinyir bukan tindakan yang berguna! Kamu justru telah buang waktu dan energi

Dengan Kamu ngomongin hidup orang lain, nyinyirin teman, gosipin tetangga, kira-kira apa sih manfaatnya? Tidak ada sama sekali. Yang ada kamu malah buang waktu dan energi. Nyebarin aib orang itu bukan prestasi, jadi kamu tidak perlu bangga.

Baca Juga: Negara-negara Ini Izinkan Warganya Miliki Kewarganegaraan Ganda, Apakah Manfaatnya?

2. Kamu bakal di cap "Si Biang Gosip", orang pun sulit mempercayaimu

Kebiasaan nyinyir juga memberikan dampak negatif terhadap reputasimu. Kamu bakal di cap sebagai BIGOS alias "si biang gosip". Orang pun malas mau cerita apapun ke kamu, sebab mereka tahu mulutmu terlalu "ember" dan nggak bisa nyimpan rahasia.

3. Meracuni pikiran dan hati. Hidupmu jadi tidak tenang

Selain merusak reputasimu, hobi nyinyir yang berlebihan itu juga bisa meracuni hidupmu. Pikiranmu bakal dipenuhi oleh hal-hal negatif, hatimu gelisah, dan perbuatanmu selalu mengarah pada sifat sinisme.

4. Nyinyir yang berkepanjangan bisa jadi penyakit dengki

Dengan kamu nyinyirin kehidupan orang lain itu sudah menunjukkan kalau kamu memang pedengki alias suka iri. Ada orang berbagi kebahagian, dibilang pamer. Giliran temannya susah, diomongin kemana-mana dengan ngakunya kasian tapi sebenarnya senang.

5. Nggak nambah ilmu, tapi nambahin dosa

Tidak peduli seberapa lama waktu yang kamu habiskan untuk ngomongin orang, padahal tidak menambah ilmu sedikitpun. Yang ada, malah dosamu makin numpuk. Bahkan, tak sedikit pakar agama berpendapat bahwa dosa ghibah hanya bisa diampuni dengan meminta maaf ke orang yang bersangkutan.

6. Stop bongkar aib sana-sini. Ingat, orang lain juga punya mulut

Baca Juga: Cara Membuat Bolu Apel Panggang

Sebelum Kamu nyinyirin orang lain dan bongkar aib kesana-kemari, kamu harus paham dulu kalau bukan kamu saja yang punya mulut. Orang lain pun juga memiliki mulut dan tak menutup kemungkinan mereka bosa membuka aibmu.

7. Awas karma

Tuhan tidak pernah tidur. Apa yang telah kamu lakukan, itulah yang akan kamu tuai. Maka dari itu, jangan suka nyinyirin hidup orang lain. Ngomongin kekurangannya, apalagi sampai ngehina fisiknya. Karma itu nyata, jadi hati-hati dengan lidahmu.

PenulisR24/riz


Loading...
Loading...