Program Prakerja Pemerintah Dikabarkan Diperlakukan Dengan Startup Mindset

Senin, 13 September 2021 | 09:37 WIB
Foto : Tempo Foto : Tempo

RIAU24.COM -  Pemerintah Indonesia pada Minggu berjanji akan terus meningkatkan program Kartu Prakerja ( Prakerja ) karena Direktur Eksekutif Manajemen Program Denni Purbasari mengklaim suara dari konsumen melalui platform sosial atau contact center selalu ditampung.

“Kami bertekad menjadikan ini sebagai produk, bukan sekadar program yang menggunakan APBN,” tulis Purbasari dalam keterangannya, 12 September. mengapa kami mendengarkan konsumen.”

Baca Juga: Usai Demo Tolak Pemecatan 57 Pegawai KPK, Sejumlah Mahasiswa Alami Teror Daring dan Aplikasi Percakapan Diretas

Dia menegaskan para pelaksana program akan menyelesaikan setiap tantangan yang dihadapi program dengan cepat, lapor Antaranews . 

Direktur Pengelola Program Prakerja ini berpendapat bahwa program tersebut merupakan kisah sukses sebuah startup pemerintah yang mengubah wajah pelayanan publik, khususnya di bidang pelatihan vokasi. Dia mengklaim itu dikelola oleh mayoritas pikiran jenius yang sangat berdedikasi dan muda.

Baca Juga: Tante Ernie: Doyan Makan Cita-cita Kurus, Netizen Balas Begini

“Kartu Prakerja berbeda. Saya yakinkan Anda bahwa program ini membuat perbedaan, ”katanya.

Dalam 17 bulan sejak dimulainya  program kartu  pra kerja , dilaporkan ada 10 juta penerima yang dijangkau oleh program ini di 514 provinsi. 63 ribu di antaranya adalah warga Papua. 

PenulisR24/ibl


Loading...

Terpopuler

Loading...