Susi Pudjiastuti Dituduh Warganet Ngurus SIM Tembak Langsung ke Polisi: Bahaya Nih Polseknya

Rabu, 15 September 2021 | 22:10 WIB
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Sumber: Twitter/@susipudjiastuti Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Sumber: Twitter/@susipudjiastuti

RIAU24.COM -  Netizen Tanah Air dihebohkan dengan unggahan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti baru-baru ini.

Melalui akun Twitter miliknya, Susi mengaku tengah menghidupkan kembali Surat Izin Mengemudi (SIM) kendaraan roda empat yang sudah 20 tahun mati.

Hal ini disampaikannya melalui unggahan video berdurasi 50 detik di akun Twitter @susipudjiastuti, Rabu, 15 September 2021.

Baca Juga: Berusia 43 Tahun, Ini Potret Model Cantik dan Seksi Yeyen Lidya yang Pernah Dijuluki Aktris Panas

"Selamat pagi semua, saya hari ini mengurus SIM. Karena selama beberapa bulan ini belajar nyetir lagi, ternyata SIM nya sudah mati," ujarnya.

Sayang, dalam video tersebut Susi tak merincikan apakah SIM yang dikehendaki langsung jadi atau harus menunggu dan mengikuti prosedur tambahan lain.

Warganet yang mengikuti akun Twitter miliknya malah langsung menyimpulkan jika SIM Susi tersebut langsung jadi alias SIM tembak.

"Bahaya nih polseknya, saya aja 1 bulan setiap sabtu bolak balik utk ngulang praktek, alhamdulillah saya taat hukum wkwkwkw," tulis warganet.

"Jika ibu @susipudjiastuti tidak ikut ujian tertulis dan ujian praktik dalam memperoleh SIM, saran saya video ini dihapus saja. Video ibu menimbulkan kecemburuan dan ketidakadilan. Publik figur harus jadi contoh yg baik. Tapi jika ibu lulus ujian tertulis dan praktik, lanjutkan," tulis netizen.

Baca Juga: Oki Setiana Dewi Ceramah Soal Media Sosial, Netizen: Nyindir Adiknya Nih

"Mewakili karena SIM mati 20 tahun harusnya ikut ujian ulang kita yg mati satu hari katanya Angus harus mulai dari awal... entah benar atau tidak syukur kalau 20 th mati gak perlu tes lagi..Ribet buang waktu, uang dan tenaga...," tulis warganet.

"Kondisi kesehatan jiwa, kesehatan fisik seseorang, pengetahuan tentang kendaraan dan peraturan lalulintas sangat berbeda 20 tahun yang lewat dengan sekarang. Apakah dengan tidak mengikuti prosedur resmi pembuatan SIM tidak akan berpengaruh dalam kondisi berkendara seseorang..?," tulis netizen.

PenulisR24/azhar


Loading...
Loading...