Paru-paru Kolaps hingga Tak Bisa Bernapas Sama Sekali, Inilah yang Terjadi pada Bocah 2 Tahun setelah Tertular Covid

Senin, 11 Oktober 2021 | 09:19 WIB
Gambar: Facebook. Gambar: Facebook.

RIAU24.COM - Seorang bocah dua tahun dari Oklahoma, AS, mengalami kondisi sangat parah setelah tertular Covid-19.

Grayson positf Covid pada Juli lalu, sejak saat itu, kondisinya perlahan memburuk.
Baca Juga: Tidak Bisa Menemukan Obat Untuk Mengobati Penyakit Genetik Langka Putranya, Pria Asal Tionghoa Ini Memutuskan Untuk Membuatnya Sendiri


Grayson menderita paru-paru kolaps yang membuatnya berhenti bernafas, akibatnya kini dia menggunakan alat bantu pernapasan.

Ibunya, Makayla Hunziker, mengatakan putranya itu juga mengalami sejumlah masalah medis lainnya, termasuk kondisi yang dikenal sebagai diabetes insipidus, sebuah gangguan metabolisme air yang ditandai dengan haus teramat sangat dan buang air kecil yang teramat sering.

Berbagai kondisi lain yang dideritanya termasuk heterotopia nodular periventrikular, schizencephaly, gangguan kejang, hipotiroidisme, insufisiensi adrenal, panhypopituitarism, displasia septo optik, hipoplasia saraf optik, dan kebutaan.

Baca Juga: 10 Makanan Afrodisiak yang Harus Anda Konsumsi Untuk Meningkatkan Libido

Makayla mengatakan gejala awal Grayson adalah batuk ringan. 

“Mengi (Suara siulan bernada tinggi yang muncul saat bernapas) semakin parah tetapi itu benar-benar aneh karena terus-menerus. Satu menit dia senang bermain dan kemudian dua jam berikutnya dia kesulitan bernapas," kata Makayla.

“Saya benar-benar menyangkal tentang seluruh situasi. Tidak ada seorang pun di keluarga yang mengidap Covid, jadi kami tidak yakin bagaimana Grayson tertular.”

Kondisinya memburuk dan dia dirawat di unit PICU di The Children's Hospital di Saint Francis di Oklahoma.

Petugas medis mengatakan Grayson menderita paru-paru kolaps saat dia diintubasi dan telah berhenti bernapas dua kali.

Dia mengatakan ada "darah di mana-mana" dan tubuh Grayson "membengkak".

Ayah Grayson, Tyler dan Makayla Hunziker harus membuat keputusan apakah akan menggunakan alat bantu hidup atau tidak.

Dokter menempatkan Grayson pada mesin ECMO dan ventilator untuk membantu jantung dan paru-parunya bekerja pada 26 Juli dan membuatnya tetap bekerja hingga 9 Agustus.

Syukurlah Grayson berhasil menjalani perawatan di rumah sakit selama sebulan meskipun tetap berdampak pada kekuatan fisiknya. Makayla mengatakan putranya itu tak bisa minum tanpa menggunakan sedotan karena tak bisa duduk atau mengangkat kepalanya.

 

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...