Dianggap Bermasalah, PGRI Riau Kecewa Hasil Seleksi PPPK Guru Honorer Tahap I

Selasa, 12 Oktober 2021 | 21:50 WIB
Dianggap Bermasalah, PGRI Riau Kecewa Hasil Seleksi PPPK Guru Honorer Tahap Satu (foto/ist) Dianggap Bermasalah, PGRI Riau Kecewa Hasil Seleksi PPPK Guru Honorer Tahap Satu (foto/ist)

RIAU24.COM - Pengurus Badan Khusus Honorer Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau mengadakan pertemuan dengan ratusan Anggota Badan Khusus Honorer (BKH) PGRI Kota Pekanbaru, Selasa 12 Oktober 2021. Pertemuan ini membahas permasalahan formasi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi Guru Honorer Tahun 2021.

Semuanya sepakat bahwa hasil tes PPPK 2021 mengecewakan. "Sangat jauh dari harapan lara ribuan guru honorer di Riau. Kami sangat kecewa dengan hasil tes tahap 1 PPPK 2021 yang dilaksanakan oleh Kemendikbudristek RI," sebut Wakil Ketua PGRI Eko Wibowo yang juga menjabat Ketua BKH PGRI Riau.

Setidaknya ada beberapa masalah yang ditemukan di lapangan terkait dengan hasil Tes tahap 1 PPPK Tahun 2021. Pertama, tidak sesuainya jumlah formasi yang tersedia dengan jumlah guru kelas yang dibutuhkan di tingkat pendidikan Dasar (Dikdas).

Baca Juga: Peringati Hari Dokter Nasional, IDI Riau Gelar Aksi Kemanusiaan dan Hadirkan Humanity Food Bus

Kedua, tidak tersedianya formasi ditingkat Pendidikan Menengah (Dikmen) seperti SMA dan SMK di Kota Pekanbaru. Ketiga, guru di sekolah induk kurang mampu bersaing dengan guru non induk pada PPPK 2021 tahap 1 (tidak mencapai passing grade) sementara guru non induk yang mencapai passing grade juga dinyatakan lulus.

Baca Juga: Waspada! 8 Daerah di Riau Berikut Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem di Pagi dan Malam Hari

Keempat, tambah jumlah formasi di setiap tingkatan seperti SD, SMP, SMAN dan SMK sesuai dengan jumlah guru yang purna bakti. Kelima, guru yg lulus passing grade kembalikan ke sekolah induk yang membutuhkan guru.

Keenam, perlunya penambahan afirmasi seperti guru yang memiliki serdik, 35 + , guru k 2 dan masa kerja lama mengabdi (5 ,10 ,15 dan 20 tahun). Ketujuh, formasi di sesuaikan dengan kebutuhan sekolah induk seperti di tingkat SD, SMP , SMA dan SMK.

Kedelapan, pengangkatan guru PPPK di Prioritas bagi guru yang sudah memiliki NUPTK. Kesembilan, pengangkatan langsung bagi guru honor yang sudah berusia 50 tahun dan masa mengabdi lebih 10 tahun. Dan terakhir, pengangkatan langsung bagi honorer pada sekolah induk sesuai kebutuhan guru.

"Kami Memohon Kepada PB PGRI ,Ketua Komisi X DPR RI, Ketua Komisi II DPR RI, dan Ketua Komite III DPD RI, agar merespon aspirasi guru honorer se-Indonesia. Secepatnya menyampaikan Ke Mendikbudristek RI," harap Ketua BKH Riau yang akrab disapa Ekowi.

"Menetes air mata kami menahan kesedihan mendalam hasil tes tahap I ini. Jangan lupakan jasa guru kami yang mencerdaskan anak bangsa menjadi pemimpin bangsa ini," tutup Ekowi. (Rilis

PenulisR24/riki


Loading...

Terpopuler

Loading...