Patroli Karhutla, Petugas Malah Temukan Harimau Mati Terjerat di Desa Tanjung Leban Bengkalis

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:56 WIB
Patroli Karhutla, Petugas Malah Temukan Harimau Mati Terjerat di Desa Tanjung Leban Bengkalis (foto/int) Patroli Karhutla, Petugas Malah Temukan Harimau Mati Terjerat di Desa Tanjung Leban Bengkalis (foto/int)

RIAU24.COM - Kabar buruk bagi nasib satwa terancam punah di Indonesia. Petugas menjumpai harimau sumatera yang mati di Desa Tanjjng Leban, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. 

Penemuan harimau tersebut secara tak sengaja saat petugas berpatroli kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Diduga harimau itu tewas akibat terjerat yang telah dipasang pemburu.

Informasi itu dilansir dari akun instagram @indoflashlight. "Seeokor harimau Sumatera di Provinsi Riau kembali ditemukan mati. Penyebabnya karena ulah pemburu yang melakukan pemasangan jerat," bunyi caption @indoflashlight, Minggu (17/10/2021).

Baca Juga: JNE Pekanbaru Salurkan 1 Unit Ambulans Guna Mendukung Aksi-Aksi Kemanusiaan di Riau

"Harimau sumatera ini ditemukan di Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis Riau. Harimau sudah ditemukan dalam kondisi mati saat petugas melakukan patroli kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)," sambung @indoflashlight.

"Harimau di Riau sudah sering menjadi korban penjeratan. Pada Oktober 2020, harimau juga ditemukan mati di Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak. Sama satwa langka yang kondisi habitatnya kritis juga mati dijerat. Kemudian beberapa kali di tahun ini pihak BBKSDA Riau dan Polda Riau juga mengungkap penjualan kulit harimau," tutup @indoflashlight.

Baca Juga: BMKG: Hotspot Pulau Sumatera Ada 33 Titik, di Riau Masih Nihil

Langsung postingan tersebut menjadi ramai dikomentari warganet. Banyak yang mengutuk aksi pemburu yang telah menghilangkan nyawa harimau sumatera.

@edypriyono: "Andai hukuman tegas jadi ada efek jera."

@nggrandis: "Mau sampai kapan."

@ikhsnzlfkr: "Jahat banget sih manusia."

@ary.setyaa: "Sedih banget kasihan, tega banget yang ngelakuin penjeratan."

PenulisR24/riki


Loading...
Loading...