Militan Taliban Penggal Kepala Anggota Tim Bola Voli Nasional Junior Wanita Afghanistan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 08:23 WIB
Foto : Internet Foto : Internet

RIAU24.COM - Dalam insiden yang mengejutkan, gerilyawan Taliban diduga telah memenggal kepala seorang anggota tim voli nasional wanita junior Afghanistan, kata pelatih tim tersebut kepada Persi Independent dalam sebuah wawancara.

Memberikan rincian lebih lanjut, pelatih tim Suraya Afzali (nama diubah) mengatakan seorang pemain wanita bernama Mahjabin Hakimi dibunuh oleh Taliban pada awal Oktober, tetapi tidak ada yang mengetahui tentang pembunuhan itu karena pemberontak mengancam keluarganya untuk tidak mengungkapkan masalah tersebut.

Baca Juga: Tragis, di Hari Guru Nasional, Empat Pelajar di Depok Justru Tertangkap Polisi Bawa Pedang dan Golok untuk Tawuran

Harus dicatat bahwa Mahjabin bermain untuk Klub Bola Voli Kota Kabul sebelum pemerintah Afghanistan diambil alih oleh Taliban. 

Dia adalah salah satu pemain bintang klub. Namun, beberapa hari yang lalu, foto-foto kepalanya yang terpenggal dan lehernya yang berdarah muncul di media sosial. 

Pelatih tim lebih lanjut menyatakan bahwa hanya dua pemain tim yang dapat melarikan diri dari negara itu sebelum Taliban mengambil alih Afghanistan pada bulan Agustus. Dia mengatakan bahwa Mahjabin Hakimi, bagaimanapun, termasuk di antara banyak olahragawan wanita malang yang ditinggalkan untuk dibunuh oleh Taliban.

Baca Juga: Mabuk Hingga Pukuli Istri Sampai Mati, Pria Buleleng Ini Diancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Pelatih tim lebih lanjut mengklaim bahwa sejak pengambilalihan Taliban, para militan telah mencoba mengidentifikasi dan memburu atlet wanita. Dia juga mengklaim bahwa para militan sangat memperhatikan anggota tim bola voli wanita Afghanistan, yang berkompetisi di kompetisi asing dan domestik dan muncul di program media di masa lalu.

Afzali mengatakan kepada Persia Independen bahwa para pemain tim bola voli dan atlet wanita lainnya berada dalam situasi yang buruk dan putus asa dan ketakutan. Dia juga menyatakan bahwa para pemain telah dipaksa untuk melarikan diri dan hidup di bawah tanah.

Harus dicatat bahwa tim bola voli wanita nasional Afghanistan didirikan pada tahun 1978 dan telah lama menjadi pancaran harapan dan pemberdayaan bagi gadis-gadis muda di negara itu.

PenulisR24/dev


Loading...
Loading...