Menu

Ponsel Ini Dibuat dan Dirancang Tidak Memiliki Suara Shuttebr Kamere Agar Bisa Memfoto Bagian Bawah Rok Wanita

Fitrianto 8 Nov 2021, 15:40
Lovepik
Lovepik

RIAU24.COM -  Sosial media sekarang merupakan hal yang penting di dalam kehidupan masyarakat. Karena dapat memudahkan aktivitas manusia, baik dalam pekerjaan, sekolah, dan bisa di gunakan untuk hal lain yang berguna

Sosial media saat ini juga telah banyak tersaji yang bisa di akses, dan sosial media juga bisa di jadikan wadah untuk bisa menyalurkan inspirasi dalam membuat sebuah karya dalam bentuk digital. Dalam menggunakan sosmed harus benar benar pandai.

Dalam menggunakan sosial media kitab bisa dikenal banyak orang, baik itu dari hal yang positif maupun hal negative yang dilakukan baik sengaja ataupun tidak. Banyak ragam sosial media untuk kita berkreasi sepetii Instagram, Tiktok, Twitter, Facebook dan masih banyak lagi

Di sosial media juga bisa berbagi kisah dari yang mengharukan, mengenaskan, sebuah tragedi. Sosial media juga wadah juga tempat segala informasi terbaru atau terupdate.

Seperti yang beredar di sosial media Instagram dimana ada sebuah kejadian mengenai ponsel yang dirancang untuk memfoto diam-diam bawah rok Wanita dengan menon-aktifkan suara Shutter Kamera

Ponsel yang diproduksi untuk Jepang dibekali dengan kamera yang bunyi shutter-nya tidak dapat dibuat “silent,” atau dinonaktifkan. Selain kamera, bunyi ketika mengambil tangkapan layar juga tidak dapat dibisukan, bahkan ketika ponsel dalam mode diam sekalipun. Alasan pembuatan peraturan ini, tidak lain, adalah karena masalah privasi.

Ketika Kyocera VP-210 diluncurkan pada tahun 2000 silam, Jepang menjadi negara pertama yang menjual ponsel yang sudah dilengkapi kamera. Layaknya inovasi teknologi lainnya, selain membawa manfaat, kehadiran VP-210 juga membawa masalah yang meresahkan.

Pada waktu itu, ponsel tersebut juga sudah dapat mengirim surel, dan pengguna mulai menggunakannya untuk mengirim foto rok wanita yang ditangkap di tempat umum. Dikutip dari The Japan Times, aksi ini, atau yang biasa dikenal dengan sebutan voyeurism photography, menangkap banyak perhatian.

Akibatnya, kemudian muncul peraturan yang mewajibkan setiap ponsel yang dibekali kamera agar tidak menyertakan fitur untuk membisukan bunyi shutter-nya. Ini dianggap dapat mengurangi dan membuat aksi voyeurism photography tersebut lebih sulit untuk dilakukan.

Peraturan ini, pada saat pertama kali diusulkan, tidak mendapatkan campur tangan dari pemerintah Jepang. Operator seluler, yang bekerja sama dengan pabrikan ponsel, mengambil inisiatifnya sendiri karena menganggap voyeurism photography dapat meresahkan dan merugikan banyak pengguna.

Pabrikan luar, termasuk Apple yang memproduksi iPhone, juga kemudian menaati peraturan tersebut untuk menjual ponselnya di Jepang.

Postingan di sosial media Instgram yang menjelaskan mengnenai sebuah kejadian mengenai ponsel yang dirancang untuk memfoto bawah rok wanita ini dibagikan melalui akun sosial media Instagram milik @otaklite (07/11/2021). Setkidaknya postingan tersebut telah mendapatkan sebanyak kurang lebih Seribu tanda suka

@_alrifqo21 :” Menurut saya pribadi kurang cocok kalau nggak ada mode silent,ketika kita lagi foto suatu tindakan pencurian atau ada pelecehan seseorang kita membutuhkan mode silent,apalagi pas kita lagi bersembunyi”

@adi00092021 :” Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa pakai rok dengan ukuran diatas lutut? “

zxc3

@beranda_penghilang_bosan :” Rasa ingin menjual hp buatan China ke jepang???? “

@asep_virgo17 :” kalau buat vidio kan lebih aman “

@utar_iyagi :” Korea juga “