Ketahuan Bawa Ponsel, Mantan Warga Binaan Lapas Kelas IIA Yogyakarta Ditelanjangi hingga Dipaksa Minum Urine Sendiri

Kamis, 18 November 2021 | 09:22 WIB
google google

RIAU24.COM -  Praktik kejam dan tidak manusiawi di balik jeruji kerap terjadi.

Kali ini, mantan Warga Binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta, Yunan Efendi mengungkapkan berbagai kekerasan yang dialaminya selama berada di balik jeruji besi.

Seperti setelah Idul Fitri, dia mengungkapkan bagaimana dirinya sempat ketahuan membawa ponsel, dan dibawa ke depan registrasi pada malam hari.

"Terus saya ditelanjangin, dites urine, hasilnya negatif. Petugasnya kurang yakin, tes urine lagi, hasilnya tetep negatif. Terus saya dipukulin, diinjek-injek, sampe ditempiling," tutur Yunan Efendi dilansir dari kanal Youtube Najwa Shihab.

Baca Juga: Akhirnya! Maudy Ayunda Siap Lepaskan Masa Lajang, Seleksi Ketat Sosok Calon Suami

Yunan Efendi pun menuturkan bahwa kekerasan yang dialaminya dilakukan oleh lebih dari 15 petugas.

"Di situ saya disuruh jalan jongkok muterin depan registrasi sambil disiramin air. Sehabis itu, air kencing saya itu disuruh minum, saya suruh minum sama petugasnya. Saya gak mau, saya lebih milih digebukin lah daripada saya harus minum air seni saya sendiri," kata Yunan Efendi.

Tidak cukup sampai di situ, dia kemudian dipaksa untuk mencuci muka dengan menggunakan air seninya.

"Akhirnya suruh buat cuci muka, saya tetep gak mau. Saya dipukulin lagi, habis itu air kencing saya disiram di muka saya. Habis itu saya cuma disemprot pake air, nanti kering semprot lagi, sambil dipukulin lagi," ujar Yunan Efendi.

Dia menuturkan bahwa kejadian tersebut berlangsung selama hampir 4 jam.

Baca Juga: 15 Tahun Cacing Pita Bersarang di Otak Seorang Pria Karena Seing Makan Ini

"Itu kejadian sekitar jam 21.00-an WIB, saya dimasukin sel isolasi pukul 24.00-an WIB dalam keadaan telanjang itu," ucap Yunan Efendi.

Tak hanya itu, Yunan Efendi menuturkan bahwa dirinya ditempatkan di sel yang melebihi kapasitas yang seharusnya.

"Saya di sel isolasi kurang lebih 10 bulan, itu kondisinya satu kamar yang kapasitasnya 5 orang diisi sama 17 orang," ujar Yunan Efendi.

PenulisR24/riz


Loading...
Loading...