TJSL PHR WK Rokan Jangkau Lebih Dari 3.000 Warga

Jumat, 19 November 2021 | 14:03 WIB
PHR WK Rokan PHR WK Rokan

RIAU24.COM -BENGKALIS - Demi kelancaran proses transisi dan alih kelola wilayah kerja (WK) Rokan di Riau tak hanya tercermin dari aspek kinerja bisnis dan produksi. 

Dalam periode 100 hari pertama pasca alih kelola chevron, serasa tanpa jeda PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebagai operator yang baru mampu melanjutkan bahkan meningkatkan nilai tambah berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di WK Rokan. 

PHR WK Rokan meyakini bahwa kehadiran operasinya harus memberikan manfaat dan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Kami membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar kita maju dan sukses bersama-sama, salah satu melalui implementasi program TJSL,”ungkap VP Corporate Affairs PHR WK Rokan Sukamto Tamrin, Rabu 17 November 2021 kemarin.

Dia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan kementerian terkait, pemerintah daerah di Riau, SKK Migas Sumbagut dan masyarakat. 

PHR WK Rokan menjalankan program-program TJSL diseluruh tujuh kabupaten/kota di sekitar wilayah operasinya dengan fokus utama bidang pendidikan-pelatihan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, lingkungan hidup, dan bantuan pasca bencana. 

Baca Juga: Lengkap P21, Penyidik Tipikor Polres Bengkalis Limpahkan Ketua BUMDes Desa Putri Sembilan Rupat Utara

"Program TJSL yang dijalankan PHR WK Rokan memberikan manfaat bagi lebih dari 3.000 warga masyarakat, baik langsung maupun tidak langsung. PHR WK Rokan menerapkan pendekatan pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk mendorong kemandirian masyarakat yang berkelanjutan,"ujarnya.

Selain itu, PHR WK Rokan mengadopsi konsep pentahelix atau multipihak dimana melibatkan unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media. 

Program TJSL juga diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemprov Riau dan tujuan pembangunan berkelanjutan yang tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasi PHR.

"Dibidang pendidikan dan pelatihan, misalnya, PHR WK Rokan menggulirkan program Inkubator Karir bagi para mahasiswa Sakai yang merupakan putra-putri masyarakat adat tempatan di Kabupaten Bengkalis dan Siak. Program ini merupakan upaya pemberian nilai tambah dari program beasiswa yang telah mereka terima dari PHR,"ujarnya.

PHR juga menggandeng pusat pengembangan karir dan Kewirausahaan Universitas Riau (P2K2 Unri) sebagai mitra pelaksana program.

 Sebagai peserta, para mahasiswa dibekali wawasan kebangsaan serta beragam keterampilan dasar untuk mengenali minat dan potensi diri, meningkatkan soft skill, dan mengembangkan diri agar berdaya saing di dunia kerja maupun wirausaha.

"Setelah lulus kuliah kelak, mereka diharapkan mampu menentukan pilihan karir, serius dibidang yang digelutinya masing-masing. PHR WK Rokan juga menjalankan program pelatihan dan sertifikasi untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal,"ujarnya lagi. 

Sebagai nilai tambah, ungkapnya, dari program bertajuk sinergi dalam upaya melanjutkan harapan masyarakat (Suluh) Riau ini, peserta juga mendapatkan wawasan kebangsaan, bimbingan soft skill, keterampilan wawancara, maupun informasi-informasi seputar peluang kerja.Disamping itu, program strategis lainnya dari TJSL PHR adalah di bidang kesehatan, yakni program pencegahan stunting melalui aktivasi posyandu pada masa pandemi COVID-19. Program ini selaras dengan program pemerintah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional/ Daerah (RPJMN/ RPJMD) tahun 2019-2024.

"Sebagai tahap awal, program PHR WK Rokan dijalankan di dua desa di Kabupaten Bengkalis dan Siak dengan menjangkau sekitar 600 penerima manfaat. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Riau menjadi mitra pelaksana program ini,"katanya lagi.

Sukamto melanjutkan, berdasarkan data di tingkat provinsi, angka prevalensi stunting di Riau sebesar 23,7% pada tahun 2020. Angka tersebut ditargetkan turun menjadi 14% pada 2024. 

PHR WK Rokan ingin berkontribusi terhadap upaya menurunkan angka prevalensi stunting melalui pemberdayaan kader posyandu, pelaksanaan kegiatan rutin bulanan posyandu, promosi dan sosialisasi kesehatan, serta pemberian makanan tambahan.

Selanjutnya di bidang pemberdayaan ekonomi, PHR WK Rokan menitik beratkan pada pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Riau untuk beradaptasi menuju ekonomi digital. 

"Anak perusahaan PT Pertamina ini membantu UMKM di Riau bergerak dari pemasaran tradisional menuju pemasaran digital (digital marketing). PHR WK Rokan bekerja sama dengan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Suska Riau dan menggandeng Markplus, Inc yang merupakan konsultan riset dan pemasaran,"ucapnya.

Sebagai tahap awal, lokus program ini adalah Gerai Sentra Budaya dan Ekonomi Kreatif Melayu Riau yang berlokasi di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau di Pekanbaru.Berbagai produk khas dari 12 kabupaten/ kota di Riau dijual di sana. Melalui program ini, UMKM diharapkan menjadi ujung tombak pemulihan ekonomi Riau pasca pandemi. Di lokasi yang lain, PHR WK Rokan juga membina Desa Wisata Kampung Patin yang berlokasi di Desa Koto Masjid, Kabupaten Kampar. Desa ini berhasil menembus 50 besar nominasi Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2021 dan dalam proses Sertifikasi Desa Berkelanjutan. Pada pertengahan September 2021, Menparekraf Sandiaga Uno berkunjung ke Desa Wisata Kampung Patin tersebut. 

Pencapaian itu menjadi kebanggaan masyarakat Riau dan menjadi energi positif bagi pengembangan desa-desa wisata lainnya di Riau. Setelah membina Desa Koto Masjid, PHR WK Rokan akan bergerak menuju Pulau Rupat, Bengkalis, untuk membantu pengembangan wisata bahari di sana dengan target untuk go international.

Yang tak kalah menarik adalah program TJSL di bidang lingkungan. PHR WK Rokan dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) menjalankan sebuah program pelestarian lingkungan yang sekaligus mencakup aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

Baca Juga: Kabupaten Bengkalis Nihil Penambahan Kasus Covid-19

Setelah sukses menjalankan program Konservasi Lahan Gambut dengan metode pertanian tanpa membakar lahan, baru-baru ini PHR WK Rokan-BRGM membantu masyarakat 10 desa di Kabupaten Rokan Hilir dan Siak untuk merambah pemasaran digital. 

"Produk yang mereka hasilkan dari konservasi lahan gambut dipasarkan secara digital melalui peluncuran Website Desa Terintegrasi dan Promosi Produk Unggulan Desa. Produk-produk unggulan mereka di antaranya minyak kelapa murni/ VCO, jeruk, belimbing, jambu, anggur, dan ikan lele,"bebernya.

Beberapa pencapaian dari program ini antara lain peningkatan kemampuan para petani dalam melakukan metode pertanian tanpa membakar lahan; pembuatan demplot pertanian; pemanfaatan pupuk organik dan herbisida; kemampuan produksi minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil); serta penerapan metode belajar interaktif-inovatif bagi para guru sekolah dasar terkait pemahaman lingkungan yang sehat dan perlindungan lahan gambut.

Program unggulan lain di bidang lingkungan adalah Program Bank Sampah yang telah berhasil direplikasi ke 40 lokasi di berbagai kabupaten/ kota di Riau. PHR WK Rokan bekerja sama dengan Universitas Lancang Kuning (Unilak) yang kini menjadi center of excellence atau pusat pembelajaran untuk pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan bank sampah.

"Program-program TJSL strategis yang dijalankan PHR WK Rokan selaras dengan komitmen PT Pertamina (Persero) untuk menerapkan aspek-aspek ESG (Environment, Social and Governance) dalam kegiatan bisnis dan operasinya,"pungkasnya.

 

 

PenulisR24/hari


Loading...
Loading...