Viral Penipuan Berasal dari Fitur 'Add Yours' di Instagram, Kominfo Beri Peringatan: Berpeluang Disalahgunakan

Rabu, 24 November 2021 | 09:10 WIB
Bahaya Fitur Add Yours [Instagram/@kemenkominfo] Bahaya Fitur Add Yours [Instagram/@kemenkominfo]

RIAU24.COM -  Saat ini fitur stiker Add Yours di Instagram Stories tengah menjadi perhatian publik. Namun, fitur ini ternyata memiliki kemungkinan untuk disalahgunakan.

Di Instagram juga ramai dibicarakan karena beberapa data pengguna dipakai untuk penipuan. Fitur ini dapat memberikan data pribadi di Instagram Story.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengingatkan potensi bahaya dari fitur 'Add Yours'. Yakni adanya modus kejahatan siber dengan teknik social engineering.

"SobatKom ada yang FOMO gak nih? Alias fear of missing out. Anti banget ketinggalan trend yang lagi hits. Termasuk fitur baru yang satu ini nih. Saling membagikan gambar dari pertanyaan yang diberikan," ujar Kominfo dalam Instagramnya, Selasa (24/11).

Baca Juga: Akhirnya! Maudy Ayunda Siap Lepaskan Masa Lajang, Seleksi Ketat Sosok Calon Suami

"Tahukah Sob, informasi yang diminta dan kita bagikan jika dikumpulkan bisa menjadi kumpulan data pribadi. Data pribadi yang kita sebarkan ke dunia maya berpeluang untuk disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab."

Social engineering adalah teknik manipulasi psikologi agar individu atau grup mau melakukan sesuatu atau menyerahkan informasi tertentu secara sukarela. Teknik tak hanya digunakan di media sosial tetapi juga dilayanan komunikasi lainnya.

Salah satu adanya melalui telepon dengan mengaku sebagai costumer service atau staf instansi bidang keuangan suatu perusahaan. Mereka akan meminta data pribadi korban.

Bisa juga dengan mengirimkan link tautan melalui aplikasi pesan atau email yang mengarahkan korban ke website phising atau aplikasi untuk penyalahgunaan data pribadi.

Baca Juga: 15 Tahun Cacing Pita Bersarang di Otak Seorang Pria Karena Seing Makan Ini

Kominfo menjelaskan para pelaku social engineering ini mengincar data pribadi korban untuk mendapatkan berbagai akses ilegal seperti rekening bank, dompet digital, hingga mendaftarkan korban ke aplikasi-aplikasi ilegal seperti peminjaman uang ilegal dengan mengatasnamakan data pribadi korban.

Untuk menghindari penipuan Kominfo menyarankan masyarakat jangan mudah tergiur dengan hal-hal yang sedang tren. Jangan sebar atau memberikan data pribadimu kepada siapapun.

"Bila kamu di telepon oleh seseorang yang mencurigakan, segera tutup dan blokir nomor tersebut. Simpan data pribadimu dengan baik," jelasnya.

PenulisR24/riz


Loading...
Loading...