Menu

Tak Sudi Melihat Rakyat Terpecah-belah Seperti 2014 dan 2019, PPP Mau 3 Pasangan Bisa Nyapres 2024

Azhar 30 Nov 2021, 06:31
Capres 2024 potensial versi lembaga survei. Sumber: Detik.com
Capres 2024 potensial versi lembaga survei. Sumber: Detik.com

RIAU24.COM -  Wakil Ketua Umum DPP PPP Arsul Sani mengomentari dinamika politik Tanah Air saat ini.

Terutama untuk soal Pilpres 2024 mendatang dikutip dari rmol.id, Senin, 29 November 2021.

Menurutnya, berkaca dari pengalaman 2014, 2019, dia berkeinginan capres yang nantinya berlaga tidak lagi hanya terdiri dari 2 kubu saja.

"Kenapa? Karena kita sudah belajar dari pengalaman 2014,2019 begitu koalisinya hanya dua maka keterbelahan masyarakat akan terjadi dengan tajam," ujarnya.

Namun faktanya kini hanya PDIP yang bisa mengusung pasangan Capres di tahun 2024 mendatang.

PDIP dianggap memiliki golden ticket untuk mengusung capres tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

Keistimewaan ini mengacu terhadap hasil kemenangan PDIP di Pemilu 2019. Meskipun seperti itu, kemungkinan berbeda hasil masih bisa terjadi.

Hal itu karena untuk meraih kemenangan di Pilpres harus mendapatkan perolehan suara total 50 persen plus 1.

Peluang ini kemudian dilihatnya ketika PDIP membangun koalisi. mengindikasikan bahwa PDIP menyadari bahwa mengurusi negara tidak bisa dilakukan sendiri.

Salah satunya ketika PDIP belakangan ini tampak mesra dengan Gerindra. Hal ini tentu saja memunculkan pesan sinyal jika kedua partai ini tengah berkoalisi.