Penjara Ekuador adalah yang Paling Mematikan di Dunia, 300 Napi Tewas sejak 2020, PBB Turun Tangan

Jumat, 07 Januari 2022 | 10:12 WIB
news news

RIAU24.COM - Komite PBB meminta Ekuador untuk menjamin keamanan di penjara mereka, di mana lebih dari 300 narapidana tewas sejak awal 2020.

Baca Juga: Viral di TikTok, NCT Dream Bikin Heboh Joget Mendung Tanpo Udan

Pakar independen dari Komite Menentang Penyiksaan dan Sub-komite Pencegahan Penyiksaan mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa mereka terkejut dengan kekerasan besar yang terus berlanjut di penjara-penjara Ekuador.
Baca Juga: Muak, Ray J Angkat Bicara Soal Tuduhan Kanye West Terkait Video Seksnya dengan Kim Kardashian

“Ekuador memiliki kewajiban untuk memastikan keamanan di dalam penjara dengan memberikan pelatihan yang tepat kepada petugas penjara dalam jumlah yang cukup dan mengembangkan strategi untuk mengurangi kekerasan di antara narapidana,” kata Claude Heller, yang memimpin Komite Menentang Penyiksaan.

Pada 29 November 2021 lalu, Presiden Ekuador Guillermo Lasso memperpanjang keadaan darurat di penjara selama satu bulan lagi.

Dekrit presiden mengatur “mobilisasi” polisi dan tentara untuk “memperkuat dan menegakkan kembali ketertiban dan kontrol” di semua penjara negara.

Kepala negara mengumumkan keadaan darurat di penjara negara itu pada 29 September setelah kematian 119 narapidana di sebuah fasilitas di Gayaquil.

Beberapa tahanan dimutilasi, dipenggal bahkan dibakar. Pada 14 November, 62 tahanan lainnya tewas di penjara yang sama.

 

PenulisR24/ame


Loading...

Terpopuler

Loading...