Polisi Suka Pemer Geledah di Acara TV, Mahasiswa GugaT UU Polri ke MK

Minggu, 09 Januari 2022 | 17:52 WIB
Media Indonesia Media Indonesia

RIAU24.COM -  Dua orang mahasiswa, Leonardo Siahaan dan Fransiscus Arian Sinaga, menggugat kewenangan polisi menggeledah yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (UU Polri) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Gugatan dilayangkan karena para pemohon menjadi takut setelah sejumlah aksi penggeledahan oleh aparat polisi. Terlebih lagi, aksi geledah saat patroli itu sering ditayangkan di program televisi.

"Para Pemohon mendalilkan telah timbul rasa kekhawatiran dan ketakutan dalam diri para pemohon ketika melakukan aktivitasnya kemudian diberhentikan oleh petugas kepolisian guna pemeriksaan identitas atau tanda pengenal diri sebagaimana amanat pasal a quo," kata kuasa hukum pemohon Eliadi Hulu pada sidang pemeriksaan pendahuluan yang digelar hibrida pada Senin (22/11), dikutip dari situs MK, Selasa (7/12).

Dua mahasiswa itu menguji materi pasal 16 ayat (1) UU Polri. Pasal itu menyebut Polri berwenang menyuruh berhenti orang yang dicurigai dan menanyakan serta memeriksa tanda pengenal diri.

Para pemohon berpendapat penggeledahan saat patroli mengarah pada perendahan martabat manusia. Mereka menilai kepolisian tak berwenang melakukan perendahan martabat meski warga tidak memiliki kelengkapan identitas, dalam kondisi mabuk, atau melanggar aturan.

"Apalagi tindakan tersebut dilakukan sambil direkam dan ditayangkan di televisi atau youtube atau media lainnya sehingga dapat disaksikan oleh khayalak umum," dikutip dari alasan pemohon di situs resmi MK.

Baca Juga: Mengenal Beberapa Prasasti Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Gugatan terhadap UU Polri itu telah terdaftar dengan nomor Nomor 60/PUU-XIX/2021. MK sudah dua kali menggelar persidangan. Sidang terbaru dilaksanakan pada Senin (6/12) dengan agenda pemeriksaan perbaikan pemohon.

Postingan di sosial media Instgram yang menjelaskan mengnenai mahasiswa gugat polri ke mk ini dibagikan melalui akun sosial media Instagram milik @hariankopas (08/12/2021). Setidaknya postingan tersebut telah mendapatkan sebanyak kurang lebih 2 Ribu tanda suka

@abeng059 :” Paling jawabnya ngapain takut klo ga salah,,, lah ga takut yg takut klo bawa pentol dalam kantong malah diolokin kn malu ya, itu memeriksa apa mempermalukan,,, 86 meluncur ke tkp ???????????????????? “

@sayfianrcd :” Karena demi konten “

@arifkhan24_ :” gw ga setuju banget sama program the police, itu cuma polisi kekurangan media aja ???? “

Baca Juga: Sektor Ini Jadi Fokus Pembiayaan APBN 2023

@thilahch :” Oi sadar #percumalawanpolisi “

@aminullah06_ :” Nah gitu dong, berontak, klo tidak sesuai perundang-undangan, tp klo saya sih takut wkwk???? buzzernya cuy bukan maen gila semua “

PenulisR24/anto


Loading...

Terpopuler

Loading...