PBNU Torehkan Sejarah Baru Setelah 96 Tahun Berdiri, Apa?

Rabu, 12 Januari 2022 | 19:37 WIB
Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya. Sumber: CNN Indonesia Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya. Sumber: CNN Indonesia

RIAU24.COM -  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menorehkan sejarah baru.

Dibawah arahan ketum mereka Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya, PBNU memiliki tokoh-tokoh perempuan dalam susunan pengurus PBNU masa khidmat 2022-2027.

Hal ini tentu baru kali pertama terjadi sepanjang berdirinya PBNU dikutip dari rmol.id, Rabu, 12 Januari 2022.

"Baru kali setelah 96 tahun usia NU, menurut kalender masehi atau 99 tahun menurut kalender hijriah, kaum perempuan diakomidasi di dalam susunan harian pengurus besar NU," ujarnya.

Baca Juga: Debat Panas Soal Kepiting, Ustaz Asal Indonesia Ini Langsung Disegani Ulama Masjidil Haram

Nama-nama perempuan yang masuk kepengurusan PBNU di antaranya adalah di jajaran Mustasyar ada Nyai Nafisah Sahal Mahfudz, Nyai Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid (Istri Gus Dur), dan Nyai Mahfudloh Ali Ubaid.

Kemudian di jabatan A’wan ada Nyai Nafisah Ali Masum, Nyai Badriyah Fayumi, serta Nyai Ida Fatimah Zaenal.

Untuk di Tanfidziyah ada nama Khofifah Indar Parawansa serta Alissa Qotrunnada Wahid (putri Gus Dur) sebagai Ketua.

Menurutnya, masuknya perempuan dalam kepengurusan NU sebenarnya hanya persoalan waktu.

Baca Juga: Demam dan Kejang Usai Divaksin, Siswa SD di Deli Serdang Meninggal Saat Dirawat di RS

Alasannya karena sejak berdiri, tidak ada pembatasan aturan bahwa perempuan tidak boleh menjadi pengurus NU.

"Kalau soal perempuan ini hanya soal waktu. Karena sejak awal, sejak pertama memang tidak pernah ada pembatasan bahwa PBNU tidak boleh ada perempuan, itu tidak pernah ada pembatasan dari awal. Sekarang baru kita masukkan ini karena kita melihat kebutuhan sudah cukup mendesak," ujarnya.

PenulisR24/azhar


Loading...
Loading...