Mulai Menyaingi Beberapa Miliader, Raja Kripto Changpeng Zhao Dinobatkan sebagai Orang Terkaya Dunia

Kamis, 13 Januari 2022 | 08:45 WIB
google google

RIAU24.COM -  Pendiri sekaligus CEO Binance, Changpeng Zhao "CZ", dinobatkan menjadi salah satu individu terkaya dunia. Kepala perusahaan pertukaran mata uang kripto itu disebutkan memiliki harta kekayaan sebesar USD 96 miliar atau setara Rp 1.370 triliun.

Dalam laporan CNN International, Kekayaan pria berkewarganegaraan Kanada itu sendiri sudah mulai menyaingi beberapa miliarder terkenal dunia lainnya seperti Larry Ellison. Bahkan, Zhao sudah mengalahkan jumlah kekayaan taipan India, Mukesh Ambani.

CEO FTX, Sam Bankman-Fried mengatakan bahwa ini merupakan bukti lompatan kekayaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. FTX sendiri merupakan salah satu perusahaan yang disokong oleh Binance dan Zhao.

"Saya pikir ada banyak orang yang mencoba mencari tahu apa yang harus dilakukan dengan itu," kata Friedman, yang juga seorang miliarder muda, dalam diskusi virtual di atas panggung di Asian Financial Forum di Hong Kongdl dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (12/1).

Baca Juga: Viral di TikTok, NCT Dream Bikin Heboh Joget Mendung Tanpo Udan

Zhao sendiri menanggapi santai penobatannya sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Ia menyebut kekayaan yang ia miliki akan menjadi percuma bila tidak berguna bagi masyarakat luas.

"Jangan khawatir tentang peringkat. Fokus pada berapa banyak orang yang bisa kamu bantu," tulisnya dalam akun Twitter resminya.

"Pendapatan tidak populer: alih-alih peringkat kekayaan, harus ada peringkat upaya amal dan filantropi," cuitnya lagi.

Seorang juru bicara Binance mengatakan kepada CNN Business bahwa Zhao berencana untuk memberikan sebagian besar kekayaannya untuk program amal. Tak tanggung-tanggung, Zhao bahkan siap untuk menyumbang 99% total kekayaannya.

Baca Juga: Muak, Ray J Angkat Bicara Soal Tuduhan Kanye West Terkait Video Seksnya dengan Kim Kardashian

Zhao sendiri meluncurkan Binance pada tahun 2017. Sebelumnya pria lulusan ilmu komputer di McGill University itu sempat bekerja di McDonald's untuk membantu mendukung rumah tangganya.

Zhao disebutkan belajar tentang bitcoin pada tahun 2013 selama permainan poker. Dalam proses tersebut, ia menjadi sangat tertarik dengan mata uang kripto itu dan bahkan menjual apartemennya demi bitcoin.

Sementara itu, perusahaan yang ia dirikan saat ini juga menghadapi rintangan peraturan mata uang kripto di seluruh dunia, termasuk di Inggris dan Kanada. Zhao mengatakan bahwa hal ini justru merupakan hal yang baik dan menuliskan bahwa peraturan yang ketat mencerminkan pengakuan yang lebih luas.

PenulisR24/riz


Loading...

Terpopuler

Loading...