Menu

Sugeng Pranoto Berharap Launching BRK Syariah Bisa Dilakukan Bulan April

Riko 14 Mar 2022, 21:14
Sugeng Pranoto
Sugeng Pranoto

RIAU24.COM - Anggota Komisi III DPRD Riau, Sugeng Pranoto berharap launching konversi Bank Riau Kepri menjadi Syariah bisa diresmikan pada HUT BRK ke 56 yang jatuh pada April 2022 mendatang. 

"Kita berharapnya nanti di HUT BRK 1 April, dilaunching BRK Syariah nya. Dan mungkin memang gubernur menunggu momen itu,"kata Sugeng. 

Untuk diketahui, Perizinan konversi Bank Riau Kepri (BRK) Syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hanya tinggal menunggu waktu. Pasalnya seluruh kesiapan konversi sudah clear dan tidak ada masalah lagi.  Untuk itu DPRD Riau berharap launching BRK Syariah tersebut dilakukan di momentum hari jadi bank plat merah itu yakni bulan April.

Dan lagi launching BRK syariah, tambah Sugeng, tinggal menunggu suntikan transfer dana dari gubernur ke BRK, selanjutnya tinggal diparipurnakan. 

"Kalau terbalik,  paripurna dulu baru ditransfer, itu paripurnanya yang tak sah. Kalau diparipurnakan, mereknya sudah sah jadi syariah, sementara Perda penyertaan modal yang tahun ini disuntikkan 100 miliar dulu akan sudah sah jadi syariah. Sementara bunyo perdanya adalah penyertaan modal untuk BrK. Maka kita tunggu transfer dana dari gubernur baru kira sah kan jadi syariah. Tinggal itu saja,"sambung Sugeng. 

Politisi PDI P ini mengatakan, semoga di momen ulang tahun BRK ke 56 tahun, akan dilakukan launching BRK Syariah

Diberitakan sebelumnya, perizinan konversi Bank Riau Kepri (BRK) Syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hanya tinggal menunggu waktu. Pasalnya seluruh kesiapan konversi sudah clear dan tidak ada masalah lagi.  

"Alhamdulillah pimpinan OJK Riau tadi menyampaikan secara clear, Insya Allah tak lama lagi perizinan BRK Syariah keluar,"kata Direktur Utama (Dirut) BRK, Andi Buchari. Rabu (9/3/2022).

Andi Buchari menyampaikan, dalam menuju konversi BRK Syariah banyak hal yang harus dilakukan, karena ini tidak seperti mengganti kartu identitas biasa. 

"Tapi kita harus betul-betul mempersiapkan banyak hal, baik itu mulai dari survei pasar, SOP, buku pedoman perusahaan, melakukan training/pelatihan SDM, kesiapan teknologi dan Perda. Seperti menyiapkan Perda saja perlu waktu," terangnya.