Demi Menyelamatkan dari Kematian, Dokter Ini Pernah Tranfusikan 15 Kaleng Bir ke Perut Pasien

Kamis, 05 Mei 2022 | 19:15 WIB
google google

RIAU24.COM -  Seperti yang Anda ketahui bahwa minum bir terlalu banyak tidak baik untuk kesehatan kita. Tidak hanya bir, namun juga minuman beralkohol lainnya.

Tapi bagaimana jika seorang dokter mentranfusikan bir ke dalam tubuh pasien?

Bermodal dengan 15 kaleng bir, dokter ini mampu menyelamatkan nyawa dari seorang pasien. Tidak hanya sebagai minuman yang bisa membangkitkan semangat, ternyata bir juga bisa dijadikan sebagai penawar racun yang ampuh.

Baca Juga: Rekaman Mengerikan Menunjukkan Pria Ukraina Digiring Menuju Kematian Mereka di Bucha

Seorang pria bernama Nguyen Van Nhan dirawat di rumah sakit Vietnam karena keracunan alkohol.

Menurut dokter, kadar methanol di hatinya sangat tinggi. Sehingga, untuk menyelamatkan nyawanya, dokter spesialis ini harus mentransfusikan lima liter bir atau sekitar tiga kaleng bir langsung ke perutnya.

Setelah dokter melakukannya, mereka akan melihat bagaimana tubuh pasien bereaksi. Karena tidak terjadi reaksi lain, dokter lantas memberi satu kaleng bir setiap jam sampai total 15 kaleng. Dan pasien pun akhirnya sadar kembali.

Apa fungsi pemberian bir tersebut?

Kepala unit perawatan intensif rumah sakit, Dr. Le Van Lam, mengungkapkan bahwa kadar metanol dalam darah pasien adalah 1.119 kali lebih tinggi dari batas rata-rata.

Baca Juga: Cerita Libya yang Dipimpin Presiden Selama 42 Tahun, Muammar Khadafi

Dokter menjelaskan bahwa ketika seseorang minum alkohol, tubuh mereka terus melepaskannya ke dalam aliran darah mereka. Nguyen menjadi tidak sadar karena metanol dalam tubuhnya beroksidasi menjadi formaldehida yang pada giliranya menciptakan asam format.

Untuk mencegah metanol itu menjadi asam format, memberikan bir kepada pasien keracunan metanol memberikan medis cukup waktu melakukan dialisa. Tidak dijelaskan dari mana metanol, lazimnya ditemukan pada bensin, cat, maupun produk pembersih bisa ada dalam tubuh Nguyen.

PenulisR24/riz


Loading...

Loading...