Mengenal Pesawat CN235, Pesawat Buatan Indonesia yang Siap Diborong oleh Banyak Negara

Senin, 09 Mei 2022 | 10:26 WIB
Foto : Mengenal Pesawat CN235, Pesawat Buatan Indonesia yang Siap Diborong oleh Banyak Negara Foto : Mengenal Pesawat CN235, Pesawat Buatan Indonesia yang Siap Diborong oleh Banyak Negara

RIAU24.COM - Industri pembuatan pesawat terbang milik Indonesia sejatinya tidak ketinggalan zaman. Sejak digaungkannya pada masa presiden BJ Habibie, perkembangan industri ini kian meningkat tiap waktu. Bukan lagi sebuah impian semata, bisa saja kelak salah satu pemasukan besar Indonesia berasal dari industri yang satu ini.

Salah satu hal yang membuktikan kalau industri pesawat Indonesia sedang naik daun adalah dengan adanya CN235. Bagaimana tidak, pesawat buatan dalam negeri ini bahkan sampai diminati oleh beberapa negara. Apalagi, masalah kualitasnya yang nggak kalah dengan buatan negara maju.

Baca Juga: Tahukah Anda, Gurita Akan Menyiksa Dan Membunuh Dirinya Sendiri Setelah Kawin, Inilah Alasannya

Yuk, kenalan dengan pesawat CN235 yang bisa jadi harapan baru Indonesia!

Pesawat CN235 yang sudah ada era orde baru

Kendaraan pengangkut udara ini, ternyata sudah ada bahkan sejak pada masa orde baru. Namun tentu, bentuknya tidak secanggih seperti sekarang ini, melainkan hanya prototipe saja. Pada November tahun 1983 adalah saat di mana prototipe CN235 yang bernama “Elena” oleh perusahaan CASA pertama mengudara.

Namun tak selang nama, prototipe kedua yang diberi nama “Tetuko” juga lepas landas di bulan berikutnya. Dan seperti yang diharapkan, pesawat ini bisa melakukan penerbangan yang baik dan siap untuk terus dikembangkan hingga seperti saat ini. Ternyata, nama CN235 sendiri merupakan singkatan dari Cesa Nurtanio 2 mesin 35 penumpang dan sampai sekarang masih digunakan.

Spesifikasi CN235 yang tak main-main

Pesawat buatan Indonesia ini rupanya bisa saja diadu dengan milik negara lain. Hal ini bukan tanpa alasan, apalagi kalau melihat spesifikasi dari CN235 yang sangat mumpuni untuk disebut sebagai pesawat modern. Dilansir dari laman Kompas, adanya mesin turboprop CT7 buatan General Electric Amerika Serikat, membuatnya lebih hemat dari pesawat lain.

Namun, tentu dengan kecepatan dan ketahanan yang sama. Oleh sebab itu, bukan hal yang aneh kalau pesawat CN235 tidak hanya digunakan untuk keperluan sipil saja, namun juga bisa dipakai untuk militer. Dengan segala kelebihan yang ada, tentunya banyak negara yang dibuat tertarik untuk membelinya dari Indonesia.

Sempat mengalami kendala dalam proses produksi

Meskipun punya banyak keunggulan, namuan siapa sangka CN235 ini sempat mengalami kendala dalam masalah produksinya. Dilansir dari laman Liputan6, kendala tersebut tak lain dan tidak bukan adalah masalah biaya yang mepet.

Beruntung, Menhan Prabowo Subianto sudah melirik potensi dari CN235 ini, sehingga masalah produksi bukan lagi sebuah kendala. Bahkan pemerintah sudah memesan 10 unit CN235 dengan berbagai varian yang berbeda. Tak sampai di situ, Prabowo juga meminta supaya produksi terus digenjot, hingga dalam setahun dapat menghasilkan 24 unit pesawat untuk dijual ke luar negeri.

Baca Juga: Pertama di Dunia, Perusahaan di London Ini Akan Membayar Gaji Karyawan Dalam Bentuk Emas

Banyak negara yang meminati

Pandangan Prabowo itu ternyata bukan tanpa alasan. Data menunjukkan kalau memang banyak negara yang berminat untuk membeli pesawat buatan Indonesia ini. Bahkan, Senegal sudah melakukan pembelian 3 unit untuk digunakan sebagai kendaraan dalam operasi udara di negaranya.

Negara lain yang berada Afrika, Timur Tengah, Amerika Latin, dan beberapa negara Asia dan Eropa, juga menyatakan minat yang sama untuk pesawat ini. CN235 bisa menjadi komiditi yang menjanjikan dan akan sangat menguntungkan bagi Indonesia. Dan tentu, targetnya tidak sampai di negara-negara yang disebutkan tadi, tapi ada peluang untuk terus memasarkannya. CN235 menjadi bukti kalau industri pesawat di Indonesia ini sejatinya tidak mati. Bahkan terus berkembang tiap waktunya. Tidak menutup kemungkinan kalau kelak Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara maju di masalah industri pesawat terbang. Bahkan, bisa mendapatkan keuntungan banyak dari komiditi yang sedang tumbuh ini.

 

PenulisR24/dev


Loading...

Loading...