Seberapa Kuat Koalisi Golkar-Demokrat di Pilpres 2024?

Selasa, 10 Mei 2022 | 06:36 WIB
Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum Demokrat Agus Harimuti Yudhoyono. Sumber: Internet Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum Demokrat Agus Harimuti Yudhoyono. Sumber: Internet

RIAU24.COM -  Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) A. Khoirul Umam menyebutkan jika peluang koalisi Partai Golkar dan  Demokrat dinilai terbuka lebar.

Alasannya karena keduanya merupakan partai nasionalis-tengah yang cenderung tidak terjebak di antara dua arus dikutip dari rmol.id, Selasa, 10 Mei 2022.

Dalam pandangan Umam, kekuatan Golkar-Demokrat bisa menguatkan poros koalisi nasionalis-tengah yang berkarakter moderat.

Baca Juga: Ini Jawaban Golkar Usai Hasto Kristyanto Sebut Koalisi Indonesia Bersatu Menganggu

Artinya, rakyat tidak lagi terpolarisasi dan dibentur-benturkan oleh praktik eksploitasi politik identitas yang begitu marak di ajang kontestasi politik nasional akhir-akhir ini.

"Yang menjadi tantangan adalah terkait penentuan komposisi Capres-Cawapres dalam skema koalisi Golkar-Demokrat," ujarnya.

Jika Golkar sejak awal negosiasi pembentukan koalisi sudah mencoba mengunci dengan harga mati agar posisi Capres dipegang oleh Airlangga Hartarto, maka hal itu menjadi agak problematik.

Alasannya karena popularitas dan elektabilitas Airlangga masih rendah.

Sementara partai papan bawah seperti PAN dan PPP juga belum tentu semangat untuk mengusung skema tersebut.

Baca Juga: Ini Tanggapan Daerah Usai Ketum Airlangga Perintahkan Kader Agar Segera Jalin Kerja Sama dengan PPP dan PAN

Hal itu bisa menjadi pengecualian, jika kemudian partai-partai itu suaranya dibeli dengan model politik transaksional seperti yang dilakukan pasangan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 lalu.

Oleh sebab itu alternatif yang bisa dilakukan adalah Golkar perlu membuka berbagai skema kemungkinan dan tidak langsung mengunci nama Airlangga sebagai satu-satunya pilihan.

PenulisR24/azhar


Loading...

Loading...