Cerita Mengerikan Tentang Seorang Pendaki Hilang di Kawah Ijen, Kisahnya Bikin Merinding

Rabu, 11 Mei 2022 | 11:15 WIB
Foto : Internet Foto : Internet

RIAU24.COM -  Tak bisa dipungkiri kalau hampir semua gunung di Indonesia menyimpan misteri yang bisa membuat merinding, seperti Gunung Ijen yang terletak di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso.  

Konon, ada sosok penunggu gaib bernama Setan Penyesat Pembawa Pedang. Dia disebut seperti tentara VOC Belanda yang mati saat berperang melawan pejuang Indonesia di kawasan tersebut. 

Baca Juga: Erick Thohir Berencana Nginap di Lokasi Asli KKN di Desa Penari, Dimanakah Itu ?

Seperti cerita mengejutkan dibalik hilangnya perempuan bernama Gafila Dabi Adriani saat mendaki di Gunung Kawah Ijen pada Sabtu (7/5). Pendaki asal Dusun Blawan, Desa Kalianyar, Kecamatan Sempol, Bondowoso itu ditemukan keesokan harinya pada Minggu (8/5) dalam kondisi yang tak wajar. 

Saat mendaki, Dabi tak sendirian melainkan bersama 13 temannya. Setibanya di puncak, 14 pemuda tersebut tiba-tiba berpencar seusai berfoto. Kemudian, Dabi bersama Febri dan Ulum memutuskan turun lantaran kedinginan. 

Namun, saat perjalanan, Dabi mendadak sakit perut dan berpamitan kepada temannya untuk buang air besar. Selama satu jam dia tak kunjung kembali.  Kedua teman Dabi sempat mencoba mencari, tetapi tak membuahkan hasil. Mereka juga berusaha menelepon ponsel milik perempuan tersebut dan mendapat jawaban cukup mengejutkan. 

Bahkan, jawaban dari Dabi inilah yang bikin merinding. Dia mengatakan kalau sudah pulang ke rumah dengan cara terbang. "Saya dan teman-teman bingung, tetapi tetap cepat pulang. Kami ke rumah Dabi bertemu ibunya, ternyata tidak ada di rumah," kata Febri.  

Sehari setelah hilang, Dabi akhirnya ditemukan dalam kondisi syok dan linglung. Tim SAR menemukannya tak mengenakan pakaian, bercelana panjang, kedua kakinya telanjang, dan berteriak histeris. 

Baca Juga: Ada Apa dengan Hari Kebangkitan Nasional?

"Sejak hilang di Gunung Ijen, saya tahunya tidur di rumah saudara. Saya seperti ada yang mengajak saat pisah dari teman-teman," kata Gabi saat sadar kepada wartawan. 

Salah seorang warga Sempol, Bondowoso bernama Sujono (61) mengatakan cerita Debi tak jauh berbeda dengan kejadian yang pernah dialami Arif Prabowo, pendaki asal Probolinggo, Saat itu, Arif mendaki Kawah Ijen pada 2016. 

Saat di tengah perjalanan, dia berpamitan buang air kecil dan seketika menghilang dari rombongannya. Arif ditemukan tak sadar, linglung, dan hanya mengenakan celana pendek. Saat sadar dia mengungkapkan telah diganggu makhluk gaib yang membawa pedang. 

"Semua cerita itu, terserah orang percaya atau tidak. Kami hanya berpesan siapa pun pengunjung Kawah Gunung Ijen harus menjaga tata krama, bersikap baik, dan selalu konsentrasi," tutur Sujono.  

PenulisR24/dev


Loading...

Loading...