Suhu Capai 50 Derajat Celcius di Pakistan Akibat Gelombang Panas Hantam Asia Selatan

Sabtu, 14 Mei 2022 | 23:16 WIB
google google

RIAU24.COM -  Pakistan lagi-lagi dilanda gelombang panas. Provinsi Sindh pada Kamis (12/5) menempatkan layanan darurat dalam posisi siaga setelah suhu udara diperkirakan akan capai 50 derajat celsius.

Pejabat memperingatkan akan ada kekurangan air yang parah dan ancaman kesehatan.

Beberapa wilayah di Pakistan memang sudah diselimuti suhu tinggi sejak April lalu. Organisasi Meteorologi Dunia mengatakan, suhu tinggi ini konsisten dengan perubahan iklim.

“Rasanya seperti api yang membakar di mana-mana," kata seorang warga, dikutip dari AFP, Sabtu (14/5).

Baca Juga: Gawat! Australia Laporkan Kasus Cacar Monyet Pertamanya, Inilah Daftar Negara yang Sudah Terdampak

Secara nasional, Departemen Meteorologi Pakistan (PMD) mengatakan, suhu peringatan berada di atas enam hingga sembilan derajat Celcius di atas normal.

"Tahun ini kami telah melompat dari musim dingin ke musim panas," kata kepala peramal cuaca PMD Zaheer Ahmad Babar.

Pakistan telah mengalami gelombang panas dengan suhu terus meningkat sejak 2015. Utamanya terjadi di provinsi Sindh dan Punjab selatan.

"Intensitasnya meningkat, durasinya meningkat, dan frekuensinya meningkat," katanya.

Juru bicara irigasi provinsi Punjab Adnan Hassan mengatakan, sungai Indus yang meruoakan jalur air utama Pakistan telah menyusut 65 persen. 

“Ini disebabkan kurangnya hujan dan salju tahun ini" ujar Hassan.

Baca Juga: Korea Selatan Bikin Kota Terapung dengan Desain Sarang Lebah, Sangat Canggih dan Keren

Domba dilaporkan mati karena sengatan panas dan dehidrasi di Gurun Cholistan di Punjab, provinsi terpadat di Pakistan, yang juga berfungsi sebagai lumbung pangan nasional.

"Ada bahaya nyata kekurangan pasokan pangan dan tanaman tahun ini di negara ini jika kekurangan air terus berlanjut," kata Hassan.

Menteri iklim Pakistan Sherry Rehman pekan ini memperingatkan penduduk di kota besar Lahore untuk berlindung pada jam-jam terpanas.

PenulisR24/riz


Loading...

Loading...