Arab Saudi Menindak Keras LGBT, Pihak Berwenang Menyita Semua Barang yang Berwarna Pelangi

Kamis, 16 Juni 2022 | 13:38 WIB
LGBT/Zeenews LGBT/Zeenews

RIAU24.COM - Sebagai bagian dari operasi untuk menindaklanjuti tindakan terhadap homoseksualitas, pejabat Arab Saudi menyita mainan dan pakaian berwarna pelangi dari toko-toko di ibu kota.

Menurut sebuah laporan yang disiarkan pada Selasa malam oleh stasiun berita Al-Ekhbariya yang dikelola pemerintah, barang-barang yang ditargetkan termasuk pita berwarna pelangi, rok, topi, dan tas pensil, yang sebagian besar dirancang untuk anak kecil.

"Kami memberikan tur barang-barang yang bertentangan dengan agama Islam dan moral publik dan mempromosikan homoseksualitas, menargetkan generasi muda," kata seorang pejabat dari Kementerian Perdagangan.

Baca Juga: Dinyatakan Hilang 5 Bulan, Wanita Ini Bertahan Hidup Makan Rumput dan Lumut di Hutan

Sambil menunjuk ke arah bendera pelangi, seorang jurnalis mengatakan, "Bendera homoseksualitas ada di salah satu pasar di Riyadh."

“Warna-warna itu mengirimkan "pesan beracun" kepada anak-anak,” kata laporan itu.

Di Arab Saudi, yang terkenal dengan interpretasinya yang keras terhadap hukum syariah Islam, yang menjadi dasar dari seluruh sistem pengadilan, homoseksualitas adalah pelanggaran berat yang potensial.

Baca Juga: Kencani 35 Wanita Sekaligus demi Dapatkan Banyak Hadiah Ulang Tahun, Pria Jepang Ini Ditangkap

Kerajaan mengumumkan pada bulan April bahwa mereka telah meminta Disney untuk menghapus "LGBTQ allusions" dari Doctor Strange in the Multiverse of Madness, film Marvel terbaru, tetapi Disney menolak.

Pada akhirnya, film tersebut tidak diputar di bioskop-bioskop Arab Saudi.

Menurut sumber yang dekat dengan Disney, film Lightyear, yang melibatkan hubungan singkat sesama jenis juga telah dilarang di Arab Saudi dan lebih dari selusin negara lain, meskipun Riyadh belum mengomentari masalah tersebut.

Foto-foto Benedict Cumberbatch di Doctor Strange dan anak-anak yang diduga mengibarkan bendera pelangi juga dimasukkan dalam program Al-Ekhbariya itu.

PenulisR24/tya


Loading...

Terpopuler

Loading...