Kenali Depresi: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Jumat, 17 Juni 2022 | 13:37 WIB
Ilustrasi/net Ilustrasi/net

RIAU24.COM Depresi adalah gangguan mood yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam dan kehilangan minat pada hal-hal yang disukai . Seseorang dikatakan depresi jika telah merasa sedih, putus asa, atau tidak berharga selama 2 minggu.

Depresi yang dibiarkan berlanjut dan tidak mendapatkan pengobatan dapat mengakibatkan penurunan produktivitas kerja, terganggunya hubungan sosial, hingga munculnya  ide bunuh diri .

Baca Juga: Lama Durasi Cegukan Bisa Indikasikan Sejumlah Penyakit, Begini Cara Mengenalinya

Depresi bisa menyerang siapa saja, termasuk wanita. Depresi pada wanita sering dikaitkan dengan perubahan hormonal, termasuk menstruasi, kehamilan, postpartum, atau menopause. Namun, hingga saat ini belum ada penelitian yang menemukan penyebab depresi yang lebih umum pada wanita.

Untuk mendiagnosis depresi, dokter akan terlebih dahulu melakukan sesi tanya jawab lengkap seputar gejala yang dialami, termasuk riwayat penyakit, konsumsi obat-obatan tertentu, serta ada tidaknya peristiwa buruk yang terjadi sebelumnya.

Selanjutnya, dokter akan melakukan evaluasi kejiwaan untuk mengetahui pemikiran, perasaan, dan perilaku pasien. Hal ini dilakukan untuk menentukan apakah pasien benar mengalami depresi atau tidak.

Jika dibutuhkan, dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani pemeriksaan lain, seperti tes darah. Pemeriksaan ini hanya dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit lain yang bisa memicu terjadinya gangguan mental.

Gejala Depresi

Seseorang yang mengalami depresi umumnya menunjukkan karakteristik psikologis dan fisik tertentu. Ciri-ciri psikologis orang yang depresi adalah kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan, emosi yang tidak stabil, dan perasaan putus asa atau frustrasi .

Sedangkan ciri-ciri fisik seseorang yang mengalami depresi adalah selalu merasa lelah dan kurang energi, pusing dan nyeri tanpa sebab yang jelas, serta nafsu makan yang menurun.

Ciri-ciri orang depresi dapat dilihat dari dua aspek, yaitu psikologi dan fisik. Dari aspek psikologis, ciri-ciri depresi meliputi:

  • Selalu merasa bersalah dan sering menyalahkan diri sendiri
  • Merasa putus asa, rendah diri, dan tidak berharga atau memiliki self esteem yang rendah
  • Selalu merasa cemas dan khawatir yang berlebihan
  • Suasana hati yang buruk atau sedih secara berkelanjutan
  • Mudah marah atau sensitif, dan mudah menangis
  • Sulit berkonsentrasi, berpikir, dan mengambil keputusan
  • Menjadi apatis terhadap lingkungan sekitarnya
  • Tidak tertarik dan tidak memiliki motivasi terhadap segala hal (anhedonia)
  • Timbul ide untuk menyakiti diri sendiri atau percobaan bunuh diri

Sementara itu, ciri-ciri fisik yang muncul akibat depresi antara lain:

  • Selalu merasa kelelahan dan tidak bertenaga
  • Selera makan menurun atau tidak berselera makan
  • Insomnia atau malah terlalu banyak tidur
  • Pusing atau nyeri yang tidak jelas penyebabnya
  • Gerak tubuh dan cara bicara lebih lambat dari biasanya
  • Tidak ada gairah seksual
  • Berat badan turun atau malah naik secara drastis

Depresi tidak selalu menimbulkan gejala yang sama, tergantung pada keparahan yang dialami masing-masing penderita. Depresi ringan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan hubungan sosial.

Sedangkan pada depresi yang berat, penderita benar-benar tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari dan membina hubungan dengan orang lain.

Penyebab Depres

Depresi lebih sering terjadi pada orang dewasa. Penyebabnya diduga terkait dengan faktor genetik, hormon, dan zat kimia di otak . Beberapa faktor pemicu depresi antara lain:

Penyebab pasti depresi masih belum diketahui, tetapi kondisi ini diduga berhubungan dengan faktor genetik, zat kimia di otak, dan hormon. Depresi juga bisa menyerang semua rentang usia. Namun, kondisi ini lebih sering dialami oleh orang dewasa.

Baca Juga: Tak Bisa Tahan Kantuk dan Ketiduran di Mana-mana? Anda Mungkin Idap Gangguan Ini

Beberapa faktor yang diduga dapat memicu terjadinya depresi, antara lain:

  • Memiliki penyakit kronis atau serius, misalnya setelah menderita kanker, stroke, atau HIV/AIDS
  • Memiliki kepribadian tertentu, misalnya merasa rendah diri, terlalu keras dalam menilai diri sendiri, pesimis, atau terlalu bergantung kepada orang lain
  • Mengalami peristiwa traumatis atau tekanan batin, misalnya karena penyiksaan atau pelecehan, hubungan sedarah, kematian orang terdekat, atau kesulitan ekonomi
  • Mengalami ketergantungan alkohol dan narkoba, misalnya saat mencoba untuk melarikan diri dari masalah
  • Mengonsumsi obat tertentu, seperti obat tidur atau obat untuk hipertensi
  • Memiliki riwayat gangguan mental, misalnya gangguan kecemasan atau gangguan makan
  • Memiliki keluarga dekat yang juga mengalami depresi (faktor keturunan)
  • Memiliki pola makan yang buruk, misalnya akibat pola diet yang tidak sesuai dan kekurangan vitamin dan mineral

Pengobatan Depresi

Dalam mengobati depresi, psikiater dapat melakukan hal berikut:

  • Melakukan psikoterapi atau terapi psikologis , untuk membantu mengatasi masalah yang diakibatkan oleh depresi
  • Berikan obat antidepresan, untuk mengobati depresi pasien
  • Menjalani perawatan di rumah sakit jika menderita depresi berat
PenulisR24/zura


Loading...

Loading...