Jokowi Ulang Tahun ke-61, BEM SI Berikan Hadiah ‘Manis’ untuk Presiden

Selasa, 21 Juni 2022 | 09:37 WIB
Hadiah BEM SI untuk Jokowi/ig:@bemsi.official Hadiah BEM SI untuk Jokowi/ig:@bemsi.official

RIAU24.COM Presiden Indonesia, Joko Widodo atau yang biasa dikenal dengan nama Jokowi merayakan ulang tahun yang ke-61 pada hari ini yaitu Selasa, 21 Juni 2022.

Banyak ucapan selamat dan doa diberikan sebagai hadiah untuk orang nomor satu di Indonesia ini.

Jokowi juga mendapat hadiah ulang tahun dari perwakilan masyarakat yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang berupa sebuah aksi turun ke jalan di hari kelahirannya itu.

Baca Juga: Pasangan Lombok-Inggris yang Baru Ketemu Sehari Ini Langsung Nikah

Diketahui BEM SI akan melakukan aksi turun ke jalan untuk menolak Revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP). Menurut informasi yang disampaikan, pejuang hak rakyat tersebut akan berkumpul di IRTI Monas pada pukul 13.00 WIB.

Aksi akan dilakukan di daerah Patung Kuda, mengutip informasi dari akun [email protected]

Aksi turun ke jalan ini bertujuan menuntut pemerintah untuk menolak pengesahaan RKUHP yang akan segera dilakukan oleh DPR.

Pasalnya, pengesahan RKUHP tersebut, pemerintah tidak melibatkan partisipasi masyarakat yang menurut mahasiswa salah satu cara pemerintah menimbun suara rakyat dengan pasal-pasal yang mengganjal.

"Mari tolak RKUHP bermasalah karena semua bisa terkena imbasnya. Beberapa pasal bermasalah dalam RKUHP disinyalir dapat dengan mudah digunakan oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk mengkriminalisasi masyarakat dengan mudah mengacu pada draf 2019," tulis BEM SI.

Baca Juga: PBNU Samakan Idul Adha 1443 H dengan Pemerintah, Kapan?

Aksi juga bertujuan untuk mendesak pemerintah agar mau membuka naskah RKUHP yang akan disahkan kepada masyarakat yang mana rakyat juga ingin ikut terlibat dalam pembahasan RKUHP tersebut.

"Oleh karena itu, mari kita desak pemerintah melalui aksi simbolik agar segera membuka naskah RKUHP kepada masyarakat dan merevisi beberapa pasal yang kurang penting dan merugikan masyarakat."

PenulisR24/tya


Loading...

Loading...