Siswi Cantik Ini Ditikam Sampai Mati Setelah Menolak Lamaran Pernikahan

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:21 WIB
Naira Ashraf dinyatakan tewas di lokasi serangan Naira Ashraf dinyatakan tewas di lokasi serangan

RIAU24.COM - Seorang mahasiswi ditikam hingga tewas di luar universitasnya karena diduga menolak lamaran pernikahan dari sesama mahasiswa. Naira Ashraf diserang oleh seorang pria saat dia turun dari bus di luar Universitas Mansoura, di Mansoura, Mesir tengah pada Senin pagi.

Serangan itu terjadi di depan para penonton yang ketakutan yang berusaha menarik pria itu dari Naira dan di depan kamera keamanan. Naira dinyatakan meninggal di tempat kejadian setelah menderita beberapa luka di leher, media lokal melaporkan.

Penusukan itu telah mengejutkan Mesir dengan gambar dan video serangan yang dengan cepat beredar secara online. Menyusul insiden yang menghancurkan, polisi telah meluncurkan penyelidikan dan menangkap mahasiswa lain di universitas tersebut.

Baca Juga: Amerika Serikat Sebut Telah Membunuh Pemimpin Senior Kelompok yang Terkait dengan al-Qaeda di Suriah

Tersangka, bernama Mohamed Adel oleh Egpytian Independent diketahui sebagai siswa tahun ketiga di sekolah yang sama dengan Naira. Dalam sebuah pernyataan, polisi mengatakan penyelidik telah berbicara dengan 20 saksi, termasuk keluarga Naira yang dilaporkan mengatakan kepada petugas bahwa dia telah mengalami 'pelecehan terus-menerus' dari seorang pria setelah putusnya hubungan mereka dan penolakannya terhadap lamaran pernikahannya.

Mereka diketahui telah melaporkan masalah dan kekhawatiran mereka ke polisi dua bulan lalu.

Baca Juga: Gadis 2 Tahun di China Tewas Setelah Seorang Pengasuh Meninggalkannya di Lift

Polisi setempat diketahui menahan Adel selama empat hari saat mereka menyelidiki masalah tersebut. Pihak berwenang Mesir telah secara konsisten dikritik oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia karena kegagalan mereka untuk melindungi perempuan dan anak perempuan.

Dalam laporan negara terbarunya, Amnesty International mengatakan bahwa pihak berwenang Mesir gagal 'untuk mencegah dan menyelidiki kekerasan yang meluas terhadap perempuan dan anak perempuan'.

PenulisR24/dev


Loading...

Loading...