Kader Bersorak-sorai Usai Ganjar Bacakan Rekomendasi Capres Hak Megawati

Kamis, 23 Juni 2022 | 22:28 WIB
Ganjar Pranowo membacakan rekomendasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP. Sumber: Internet Ganjar Pranowo membacakan rekomendasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Kader PDI Perjuangan (PDIP) bersorak-sorai ketika Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membacakan rekomendasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDIP.

Para kader begitu riuh lantaran rekomendasi Rakernas yang dibacakan Ganjar menegaskan bahwa penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) merupakan hak prerogatif Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dikutip dari cnnindonesia.com, Kamis, 23 Juni 2022.

"Rakernas II Partai menegaskan bahwa penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung oleh PDI Perjuangan pada Pemilu 2024, berdasarkan keputusan Kongres V Partai, AD/ART Partai, dan tradisi demokrasi Partai adalah hak prerogatif Ketua Umum Partai, Prof. DR.(H.C.) Megawati Soekarnoputri," kata Ganjar yang langsung disambut tepuk tangan dan sorakan oleh kader PDIP.

Baca Juga: Cuma 3 Kader Ini yang Penuhi Kriteria Capres 2024 PDIP, Siapa?

Tak hanya membacakan Rakernas II PDIP yang menegaskan pentingnya pembumian Pancasila berdasarkan falsafah dan spirit kelahirannya pada tanggal 1 Juni 1945, Ganjar juga mendapatkan tugas untuk membacakan rekomendasi terkait ideologi Pancasila, sistem politik, dan Pemilu 2024.

Kata Ganjar, PDIP menganggap Pancasila sebagai ideologi, falsafah, landasan dan bintang penuntun seluruh kebijakan strategis pemerintahan.

Serta menjadi pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara harus masuk sebagai mata pelajaran wajib dalam kurikulum pendidikan nasional di seluruh strata pendidikan.

Baca Juga: Gubernur Ini Masuk Usulan Bursa Capres PAN dari Sumatara-Sulawesi, Siapa?

Rakernas II PDIP juga mendukung sepenuhnya upaya pemerintah dalam memulihkan dampak pandemi Covid 19 dengan mempercepat vaksinasi Covid-19.

Termasuk percepatan pertumbuhan ekonomi nasional, bantuan sosial, peningkatan penyerapan lapangan kerja, investasi, dan stabilitas harga kebutuhan pokok rakyat.

PenulisR24/azhar


Loading...

Loading...