Menu

Tragis, Ribuan Guru di Yaman Tidak Menerima Gaji, Ribuan Anak Terpaksa Putus Sekolah Untuk Bekerja

Devi 29 Jul 2022, 11:00
Foto: Banyak anak Yaman putus sekolah untuk bekerja dan mencari uang untuk keluarga mereka
Foto: Banyak anak Yaman putus sekolah untuk bekerja dan mencari uang untuk keluarga mereka

RIAU24.COM - Agustus sudah dekat, yang  menandakan jutaan siswa  di Yaman akan kembali ke sekolah. Tetapi dengan konflik di negara yang terus berlanjut dan sektor pendidikan yang sedang sakit, tidak semua guru dan murid bersemangat.

Pendidikan di Yaman telah menjadi korban perang sejak dimulai pada 2014, dan khususnya sejak intervensi militer koalisi pimpinan Saudi pada 2015. Sekolah telah rusak dan hancur, guru telah berhenti dari pekerjaannya, dan jutaan anak usia sekolah telah putus sekolah atau tidak bergabung sama sekali.

Perselisihan sipil antara pemberontak Houthi yang bersekutu dengan Iran dan pemerintah yang diakui secara internasional telah menutupi pentingnya pendidikan bagi banyak warga negara.

Ammar Saleh, yang telah mengajar selama satu dekade, mengatakan siswa dan guru sama-sama harus menghadapi dampak perang.

“Saya berharap tahun ajaran baru ini akan berjalan dalam iklim yang damai di mana siswa dapat dengan aman pergi ke kelas mereka, menerima pendidikan, dan fokus pada pekerjaan rumah mereka,” Saleh, yang saat ini menjadi guru di sebuah sekolah swasta di Sanaa, mengatakan kepada Al Jazeera.

“Saya merindukan hari-hari ketika saya dulu mengajar tanpa takut serangan udara, pemboman, atau krisis bahan bakar.”

Halaman: 12Lihat Semua