Ketika Boing 707 Pernah Tabrak Gunung, Ratusan Orang Tewas Seketika

Rabu, 03 Agustus 2022 | 07:49 WIB
Royal Air Maroc. Sumber: AVSIM Library Royal Air Maroc. Sumber: AVSIM Library

RIAU24.COM - Pesawat Boeing 707 milik salah satu maskapai Yordania yang disewa oleh Royal Air Maroc lepas landas dari Bandara LeBourget, Paris, Perancis pada pukul 02.20 pagi waktu setempat 3 Agustus 1975.

Pesawat terbang dengan tujuan Bandara Agadir, Maroko itu mengangkut 188 warga negara Maroko, 4 di antaranya adalah orang Eropa yang akan kembali dari liburan musim panas mereka.

Namun, pesawat nahas itu menghilang dari radar kontrol Bandara Agadir pada pukul 04.28 pagi, atau dua menit sebelum mendarat dikutip dari kompas.com.

Baca Juga: Rumah Mode Mewah Gucci Menjadi Merek Dunia Pertama yang Mengadopsi Crypto ApeCoin Sebagai Pembayaran

Pesawat dijadwalkan mendarat di Bandara Agadir pada pukul 04.30 pagi waktu setempat. Beberapa saat sebelumnya, seorang pejabat bandara telah berbicara dengan pilot melalui radio tanpa sedikit pun masalah.

Ketika akan mendarat, pilot pesawat menyebutkan bahwa mereka diadang oleh kabut tebal.

Usut punya usut, kabut tebal membuat ujung sayap kanan dan salah satu mesin pesawat menabrak puncak gunung pada ketinggian 2.400 kaki atau 731 meter.

Baca Juga: Trending 1 Twitter, Korea Selatan Alami Hujan Deras Hingga Banjir Bandang Rendam Kota Seoul

Akibatnya, pilot kehilangan kendali atas pesawatnya, kemudian pesawat jatuh ke jurang, meledak, dan terbakar di dekat desa kecil, Imzizen.

Atas kejadian ini semua penumpang termasuk awak kabin yang berjumlah 188 orang tewas.

PenulisR24/azhar


Loading...

Terpopuler

Loading...