Heboh di Twitter! RSUD Jombang Potong Leher Bayi Saat Melakukan Persalinan, Cek Penjelasannya

Rabu, 03 Agustus 2022 | 15:16 WIB
Potret Makam Bayi dala Kasus RSUD Jombang/Democrazy New Potret Makam Bayi dala Kasus RSUD Jombang/Democrazy New

RIAU24.COM - Trending di Twitter RSUD Jombang melakukan tindakan tidak adil terhadap persalinan Rohma. Bayi Rohma dinyatakan meninggal saat proses persalinan terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, Jawa Timur.

Desiya menceritakan kejadian ini bahwa istri adik sepupunya mengalami kontraksi pada 28 Juli 2022, setelah diperiksa dokter puskesmas dan memutuskan untuk merujuk  ke rumah sakit, dikutip dari akun Twitter @Deisyaa. 

Baca Juga: Peran 4 Tersangka Kasus Brigadir J, Dari Otak Penembakan Hingga Eksekutor

Petugas medis, melakukan tindakkan nekat memotong leher bayi, dengan alasan karena ingin menolong nyawa sang ibu, karena kondisi yang tidak memungkin untuk melanjutkan prosesi salinan normal, dan memutuskan untuk menyelamatkan salah satu, dikutip dari akun tiktok @bangmul , Rabu (3/8/2022).

Sesampainya di rumah sakit, mereka meberikan surat rujukan dari Puskesmas agar Rohma segera dioperasi caesar, namun rumah sakit menolak tindakan caesar dan menyarankan Rohma tetap lahiran secara normal. 

"Kami melakukan pemeriksaan awal dan didapatkan kondisi ibu baik dan sudah masuk fase aktif, artinya sudah ada pembukaan. Kemudian, posisi kepala janin juga sudah masuk ke dasar panggul,” ujar dr Vidya saat jumpa pers di RSUD Jombang.

Ia menambahkan bahwa proses persalinan berhasil hingga kepala janin keluar. Namun, setelah itu terjadi kemacetan saat proses kelahiran “Macet di pundak". 

“Ini tidak bisa diselamatkan bayinya kami selamatkan ibunya. Bisa saja dipaksakan namun ibunya akan berisiko bisa jadi nanti kondisi ibu terjadi perdarahan, tidak bisa selamat dua-duanya,” kata dia.

Ia menambahkan ada beberapa opsi yang diambil tim medis saat menyelamatkan pasien, namun akhirnya dipilih untuk melakukan tindakan dekapitasi (pemutusan atau pemenggalan leher janin).

Baca Juga: Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ferdy Sambo Terancam Hukuman Mati Atas Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir Yoshua

“Kondisi bayi tidak bisa diselamatkan sehingga prioritas petugas kami fokus menyelamatkan kondisi ibu. Kalau ini kemudian dipaksakan, bisa jadi ibu akan mengalami robek jalan lahir dan kondisi lainnya sehingga mau tidak mau dilakukan operasi untuk mengangkat janin. Tapi, karena kondisi separuh sudah keluar, kepala sudah lahir, maka diputuskan dilakukan proses dekapitasi,” ujar dr Vidya.

Dekapitasi adalah pemutusan (pemenggalan) leher janin, terutama pada letak lintang kasep, untuk memperlancar kelahiran bayi yang telah meninggal dalam kandungan.

Namun, usaha tersebut gagal bayi Rohma meninggal dunia Dokter lantas mengambil tindakan untuk melakukan pemisahan kepala bayi. Setelah tindakan itu dilakukan, bayi dikebumikan dengan layak oleh ayahnya.

(***)(rsm)

PenulisR24/zura


Loading...
Loading...