Tingginya Harga Sembako, Pedagang Warung di Tengku Bey Pekanbaru Sepi Pembeli

Senin, 15 Agustus 2022 | 11:00 WIB
Harga sembako yang semakin tinggi, hingga menyebabkan daya beli menjadi turun /dil Harga sembako yang semakin tinggi, hingga menyebabkan daya beli menjadi turun /dil

RIAU24.COM - Kenaikan harga sembako yang tinggi saat ini membuat masyarakat menjadi kesusahan karena semua barang menjadi naik, hingga membuat pembeli mengurangi pembelian bahan makanan dan menyebabkan daya beli menjadi turun.

Baca Juga: Ajak Mahasiswa Berani Berkompetisi, Zulhas Beri Kuliah Umum di UMRI

Hal itu dikatakan oleh Sembiring yang merupakan seorang penjual sembako di Pekanbaru. Sembiring mengatakan ia sudah berjualan dari tahun 2000 hingga sekarang di jalan Simpang Tiga, Tengku Bye, Pekanbaru.

Adapun sembako yang Sembiring jual seperti cabe merah, cabe rawit, cabe hijau, bawang merah, bawang putih, tomat, telur, tempe, jagung dan lainnya.

Sembiring mulai berjualan dari pukul 05.00 pagi sampai 23.00 malam. Pendapatan yang didapatkan perhari paling banyak sebesar Rp 400.000.

“Kalau untuk pendapatan paling banyak empat ratus ribu, tapi ya namanya berjualan pasti pendapatannya naik turun, tidak nentu,” kata Sembiring pada Minggu (14/8/2022).

Sembiring juga mengatakan bahwa kenaikan harga sembako saat ini lebih tinggi daripada biasanya.

Harga sembako sekarang jauh lebih tinggi dari biasanya, bahkan bisa sampai tiga puluh lima persen sampai empat puluh lima persen naiknya,” ujar Sembiring.

Baca Juga: Aksi Heroik Polantas di Pekanbaru, Tembus Macet Selamatkan Balita Kejang-Kejang ke RS

Pada saat menjual sembako, masalah ataupun kesulitan yang dirasakan dari Sembiring yaitu karena harga yang semakin tinggi membuat masyarakat menjadi jarang membeli.

“Sekarangkan harga sembako jauh lebih tinggi, jadi kadang masyarakat tidak jadi membeli. Ya sekarang ni tergantung dari masyarakatnya,” sambungnya.

(***)(dil)

PenulisR24/tya


Loading...
Loading...