Menu

Ketika Kasus Mutilasi yang Dilakukan Anggota TNI di Papua Lebih Serius dari Kasus Sambo

Azhar 1 Sep 2022, 14:46
Ferdy Sambo. Sumber: Internet
Ferdy Sambo. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon menilai kasus mutilasi warga di Kabupaten Mimika, Papua yang melibatkan prajurit TNI lebih serius ketimbang kasus pembunuhan berencana yang diduga didalangi mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

"Kasus mutilasi sangat serius, ini kita dipermalukan, bukan cuma kombatan yang kita hantam, tapi warga sipil kita mutilasi, dan ini lebih hebat dari peristiwa Sambo, tentara memutilasi orang sipil, luar biasa," ujarnya dikutip dari liputan6.com, Kamis, 1 September 2022.

Katanya, kasus mutilasi di Papua itu adalah pelanggaran HAM. Karena itu, dia mengusulkan agar segara dibentuk tim khusus untuk menyelidiki pelangaran oleh prajurit TNI di Papua.

"Saya usul ke Komisi I, kita harus bentuk timsus, ini pelanggaran HAM," katanya.

Yang lebih parah, apabila kasus tersebut dibiarkan maka akan berpengaruh pada penyelenggaraan G20.

"Ini ada gerakan kecil pelan di Black Caucus ini membawa isu ini, Black Caucus ini sudah cukup terbukti, once mereka bersatu, Eropa dan Amerika dan tentu Australia dan Salomon, Ibu Menlu akan kerepotan nanti, apalagi jelang G20," sebutnya.

Untuk diketahui, sebanyak enam anggota TNI AD menjadi tersangka kasus mutilasi warga sipil di Kampung Pigapu, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua.