Pengamat Sebut Kepentingan Demokrat Sedang Terancam, Usai SBY akan ‘Turun Gunung’ di Pemilu 2024

Senin, 19 September 2022 | 09:25 WIB
SBY akan turun gunung pada Pemilu 2024, pengamat sebut kepentingan internal Partai Demokrat sedang terancam /The Jakarta Post SBY akan turun gunung pada Pemilu 2024, pengamat sebut kepentingan internal Partai Demokrat sedang terancam /The Jakarta Post

RIAU24.COM - Pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat mengaku akan ‘turun gunung’ menghadapi Pemilu 2024 disebut pengamat adanya kepentingan internal partai yang terancam.

Baca Juga: Zulhas Enggan Tanggapi Soal Massa Depan KIB

Hal ini disampaikan Fadhli Harahab selaku Pengamat Politik dan Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis yang menanggapi pernyataan SBY bahwa ia mendengar kabar Pemilu 2024 bakal tidak jujur dan adil.

Fadhil mencatat istilah ‘turun gunung’ ini cukup sering digunakan SBY yang bisa dimaknai kondisi tidak baik-baik saja alias ada ancaman. Dia mengatakan, istilah turun gunung juga diucap SBY saat konflik internal Demokrat.

“Dugaannya, tentu kepentingan Demokrat sedang terancam. Untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya tentu kita mesti melihat manuver SBY selanjutnya,” kata Fadhli pada Senin (19/9/2022) dikutip sindonews.com.

Selanjutnya, Fadhil mengatakan kekhawatiran SBY itu bisa saja terkait Pilpres 2024.

“Soal pengaturan dua pasangan calon di Pilpres 2024 itu mungkin saja terjadi melihat konfigurasi peta politik saat ini,” imbuhnya.

Fadhil melanjutkan, aturan mainnya sudah jelas bahwa ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) mengatur 20 persen syarat mengusung calon.

“Dinamika politik hari ini, kekhawatiran SBY tentu sarat dengan kepentingan politik juga, khususnya rancangan koalisi yang akan dibangun SBY ke depan,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa ada tiga parpol politik yang belum menyatakan berkoalisi berdasarkan dinamika politik saat ini, yakni PKS, Demokrat, dan Nasdem.

Baca Juga: Prabowo Cuma Bisa 'Ngakak' Saat Ditanya Soal Duet dengan Jokowi di Pilpres 2024

“Kalau Nasdem tak mau ikut bergabung dengan Demokrat dan PKS, artinya tak mencukupi PT sebagai syarat ikut mencalonkan. Apes bagi Demokrat dan PKS jika tidak dapat menggaet salah satu parpol untuk ikut koalisi mereka,” pungkasnya.

(***)

 

PenulisR24/tya


Loading...

Terpopuler

Loading...