Jepang Cabut Pembatasan Ketat Covid-19 Terhadap Turis Asing yang Berkunjung 

Sabtu, 24 September 2022 | 08:27 WIB
Ilustrasi Longgarnya Pembatasan Covid-19 terhadap Turis (Photo:aa.co.id) Ilustrasi Longgarnya Pembatasan Covid-19 terhadap Turis (Photo:aa.co.id)

RIAU24.COM - Fumio Kishida, Perdana Menteri Jepang, memutuskan akan mencabut pembatasan ketat covid-19 pada turis asing. Mereka akhirnya membuka kembali perbatasan setelah dua setengah tahun.

Berbicara di Bursa Efek New York, Fumio Kishida mengatakan, pandemi covid-19 telah mengganggu arus bebas orang, barang, dan modal yang telah membantu negara berkembang.

Baca Juga: Rumor Raja Charles III Berencana Mengasingkan Pangeran Harry
 
 
"Tetapi mulai 11 Oktober, Jepang akan melonggarkan langkah-langkah pengendalian perbatasan agar setara dengan AS, serta melanjutkan perjalanan bebas visa dan perjalanan individu," katanya, dikutip dari AFP, Jumat, 23 September 2022.

Jepang, bersama dengan Tiongkok, telah bertahan dalam melanjutkan pembatasan ketat pada pengunjung karena sebagian besar dunia telah pindah dari pandemi.

Namun, berbeda dengan Negeri Tirai Bambu, Jepang tidak pernah memberlakukan penguncian ketat selama krisis.

Wisatawan yang datang ke Jepang akan menikmati jatuhnya harga yen yang sangat rendah terhadap dolar. Namun, lewat kebijakan ini, diharapkan ekonomi Negeri Sakura kembali membaik dari segi pariwisata.

Kembalinya program bebas visa yang ditangguhkan pada Maret 2020 akan mengembalikan kemudahan akses yang mencatat rekor 31,9 juta pengunjung asing ke negara itu pada 2019.

Baca Juga: Sertifikat Kematian Ratu Elizabeth II Diterbitkan, Ungkap Penyebab dan Waktu Meninggal

Sejak Juni, Jepang telah mengizinkan wisatawan untuk berkunjung dalam kelompok yang didampingi oleh pemandu, persyaratan yang selanjutnya dilonggarkan untuk menyertakan paket wisata berpemandu mandiri.

Jepang telah mencatat sekitar 42.600 kematian akibat virus korona secara total tingkat yang jauh lebih rendah daripada banyak negara lain dan 90 persen penduduk berusia 65 tahun ke atas telah mendapatkan tiga suntikan vaksin.

Tidak ada undang-undang yang mewajibkan orang untuk memakai masker, tetapi masker masih ada di mana-mana di tempat-tempat umum seperti kereta api dan toko, dengan banyak orang Jepang yang mau memakai masker saat sakit bahkan sebelum pandemi.

(***)
 

PenulisR24/zura


Loading...
Loading...