Mengenal Sejarah Wajib Jilbab di Iran

Senin, 26 September 2022 | 13:28 WIB
Aksi protes aturan jilbab di Iran. Sumber: Tempo.co Aksi protes aturan jilbab di Iran. Sumber: Tempo.co

RIAU24.COM - Belum lama ini dunia dikagetkan dengan tewasnya Mahsa Amini (22), wanita muda Kurdi, Iran setelah ditangkap polisi moral di Teheran atas tuduhan berjilbab secara tidak.

Akibatnya, kematian Mahsa Amini memicu kemarahan yang terpendam atas berbagai masalah termasuk kebebasan pribadi di Republik Islam Iran dan ekonomi yang terguncang akibat sanksi.

Para perempuan kemudian melepas jilbab mereka selama beberapa hari menggelar aksi protes. Tak hanya itu, beberapa diantara mereka bahkan memotong rambut sendiri di depan umum.

Baca Juga: Impor Eropa atas LNG Rusia melonjak 42% di tengah perang Rusia-Ukraina

Berbicara mengenai jilbab, aturan wajib berjilbab di tempat umum bagi setiap perempuan, apa pun kepercayaan dan kebangsaannya di Iran dibuat setelah Revolusi Islam 1979 dikutip dari sindonews.com.

Revolusi ini dipimpin oleh almarhum Ayatollah Ruhollah Musavi Khomeini yang menumbangkan rezim Shah Mohammad Reza Pahlavi yang kala itu pro-Barat.

Setelah UU terbentuk, aturan wajib berjilbab di Iran ditegakkan oleh polisi moral yang selalu berkeliaran di jalan-jalan dengan mobil van untuk menahan orang-orang yang melanggar aturan tersebut. Mereka dikenal sebagai Gasht-e Ershad.

Baca Juga: Misi Bulan ke UEA Akan Segera Diluncurkan, Catat Tanggalnya

Seiring berjalannya waktu, banyak wanita Iran secara aktif menentang penggunaan jilbab.

Kala itu terjadi protes dimana-mana, membuat pemerintah mengatakan bahwa aksi demonstrasi hanyalah sebuah rekomendasi.

PenulisR24/azhar


Loading...
Loading...