Kanjuruhan Berdarah: Daya Tampung 38 Ribu, Tapi Cetak Tiket 42 Ribu

Minggu, 02 Oktober 2022 | 09:04 WIB
Tragedi stadion Kanjuruhan. Sumber: Berita Baru Tragedi stadion Kanjuruhan. Sumber: Berita Baru

RIAU24.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengomentari tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Diketahui 127 orang tewas dalam kerusuhan usai pertandingan sepak bola Arema melawan Persebaya tersebut dikutip dari cnnindonesia.com.

Katanya, sebelum laga berlangsung, aparat sudah melakukan antisipasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan.

Baca Juga: Piala Dunia 2022: Negara Tuan Rumah Qatar Tersingkir Setelah Kekalahan Kedua Berturut-turut

Seperti misalnya di pertandingan agar dilaksanakan sore hari, bukan malam hari. Termasuk soal kapasitas penonton agar disesuaikan.

"Jumlah penonton agar disesuaikan dengan kapasitas stadion, yakni 38 ribu orang. Tapi, usul-usul itu tidak dilakukan oleh panitia yang tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam hari dan tiket yang dicetak jumlahnya 42 ribu," ujarnya.

Mahfud memastikan pemerintah telah melakukan perbaikan pelaksanaan pertandingan sepak bola dari waktu ke waktu dan akan terus diperbaiki.

"Tetapi, olahraga yang menjadi kesukaan masyarakat luas ini kerap kali memancing para suporter untuk mengekspresikan emosi secara tiba-tiba," ujarnya.

Baca Juga: Piala Dunia 2022: Usai Diancam, Timnas Iran Nyanyikan Lagu Kebangsaan Saat Lawan Wales

"Perlu saya tegaskan bahwa tragedi Kanjuruhan itu bukan bentrok antar suporter Persebaya dan Arema. Sebab, pada pertandingan itu suporter Persebaya tidak boleh ikut menonton. Suporter di lapangan hanya dari Arema," tambahnya.

Artinya, korban meninggal umumnya karena berdesak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, dan sesak nafas.

"Tak ada korban pemukulan atau penganiayaan antar suporter," tandasnya.

PenulisR24/azhar


Loading...
Loading...