Kebutuhan Mutlak, Kurangnya Pasokan Pupuk Subsidi di Keluhkan Petani Padi di Bengkalis

Kamis, 17 November 2022 | 09:54 WIB
Panen raya di Desa Mentayan Panen raya di Desa Mentayan

RIAU24.COM -BENGKALIS - Kelompok tani padi yang ada dikecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis mengeluhkan soal kurangnya pasokan pupuk untuk para petani padi.

Hal tersebutpun membuat pendapatan panen padi terhadap petani sangat jauh berkurang. Seperti disampaikan Sailan salah satu ketua kelompok seluruh petani di Desa Mentayan, Kecamatan Bantan, Kamis 17 November 2022.

Sailan mengatakan dan mengucapkan terimakasihnya kepada Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf Endik Yunia Hermanto yang sudah mengajak kerjasama serta dapat meningkatkan daya semangat dibidang pertanian tersebut.

Baca Juga: Kapolres Bengkalis Arahkan Personil Untuk Tingkatkan Program "Curahan Hati Masyarakat" Kabupaten Bengkalis

"Kami ucapkan sangat berterimakasih atas binaan yang diberikan kodim 0303 Bengkalis. Supaya kedepannya, kami para petani bisa di support terus dan jangan kami para petani melemah. Karena support seperti ini sangat kami butuhkan,"ungkap Sailan ketua kelompok seluruh petani padi desa Mentayan.

Diutarakan Sailan lagi, supaya lebih meningkatkan kualitas pertanian khususnya padi sesuai program ketahanan pangan 1000 hektar, dirinya berharap juga ada bantuan bantuan diberikan terutamanya adalah pupuk.

"Dengan adanya bantuan bantuan itu nanti, supaya pertanian kami dapat meningkat lagi sumberdaya pangan kami,"ucapnya lagi.

Menurut Sailan, di Desa mentayan ada sebanyak 18 kelompok tani dengan rata rata beranggotakan 20 orang petani. Kemudian adapun lahan yang dikelola untuk pertanian padi itu sebanyak 178 hektar.

"Dan kedepannya insyaallah kita akan menambah lahan lagi, karena masih banyak lahan tidur dan ini akan kami fungsikan kembali itu sekitar 18 hektar,"ujarnya lagi.

Baca Juga: Wabup Bagus Santoso Sebut Keprihatinan dan Bangga Kepada Polres Bengkalis

"Memang keluhan kami selaku petani, selama ini adalah masih kekurangan pupuk. Karena pupuk masih terbatas dan tidak cukup, karena untuk mandapatkan pupuk bersubsidi memang jauh berkurang. Kami harapkan kedepan soal pupuk ini jangan dikurangi lagi bahkan kalau bisa ditambah, karena ini kebutuhan mutlak,"pungkasnya.

Sementara, Wabup Bengkalis Bagus Santoso saat diwawancarai wartawan mengungkapkan sangat bangga dengan tentara nasional indonesia (TNI) angkatan darat dan Polri khususnya di Kabupaten Bengkalis karena sudah saling besinergi bersama.

"Saling mendukung, saling menguatkan seperti pada pelaksanaan panen raya ini dengan program ketahanan pangan ini. Ini adalah langkah awal bagaimana warga, kemudian pemerintah, tentara, polisi semuanya bergandengan tangan untuk memajukan negeri ini,"ungkap Bagus Santoso.

Selanjutnya, disinggung terkait keluhan petani soal pupuk subsidi yang sangat jauh berkurang, Wabup Bagus Santoso mengungkapkan bahwa persoalan subsidi pupuk merupakan permasalahan nasional dengan kelangkaan pupuk itu sendiri.

"Dengan kelangkaan pupuk ini, sekarang sudah ditata kembali, ada tata niaga bagaimana pupuknya sampai kepada petani. Supaya apa, agar benar benar tepat sasaran bagi mereka yang mendapatkan adalah petani yang memang dengan luasan yang sudah diatur dan berhak mendapatkan subsidi itu. Jangan sampai orang kaya juga mendapat subsidi tersebut. Jadi adanya Gapoktan supaya benar benar didata, kerana mereka menggunakan kartu kelompok petani,"ucapnya.

 

 

 

PenulisR24/hari


Loading...
Loading...