Kenali Ritual Bali Melukat Sebagai Penyembuh Rasa Trauma

Sabtu, 19 November 2022 | 18:58 WIB
 Kenali Ritual Bali Melukat Sebagai Penyembuh Rasa Trauma Kenali Ritual Bali Melukat Sebagai Penyembuh Rasa Trauma

RIAU24.COM - Membersihkan trauma dengan membasuh air adalah bagaimana ritual Bali Melukati dipahami secara singkat oleh masyarakat.

Lebih lanjut, melukah atau yang disebut juga dengan “pembersihan” sebenarnya diartikan sebagai pembersihan jiwa dan pikiran yang membantu jiwa melepaskan traumanya.

Devi Ayu Sri Agung, atau biasa disapa Ibu "Desak Akeno", adalah "asisten penyembuh" yang melakukan penyembuhan meluka bagi yang menginginkannya. Ia melayani pelanggan di Three Desna Melukat yang berlokasi di Ubud, Bali.

Baca Juga: Piala Dunia Qatar 2022 Menjadi Penampilan Terakhir Ronaldo dan Lionel Messi

Ia percaya bahwa kemampuannya untuk menyembuhkan orang yang terluka sebenarnya adalah miliknya sejak kecil, yang diberikan oleh nenek moyangnya.

Seiring bertambahnya usia, ibu Desak dipercaya untuk melanjutkan pekerjaan mentornya, memberikan penyembuhan kepada orang-orang yang ingin pulih dari trauma.

“Di Bali, sejak zaman dahulu pemurnian jiwa dan pikiran sudah turun temurun. Membersihkan dari dalam. Menjernihkan pikiran, menjernihkan jiwa dan juga merilekskan,” katanya kepada AFP di Ubud, Bali.

“Kalau saya di sini, saya akan menambahkan bahwa selama sesi melukat saya juga membantu secara psikologis dengan menghilangkan trauma. dikombinasikan dengan psikologi. Selama konsultasi, saya memberikan instruksi atau rekomendasi, setelah itu saya mengadakan sesi meluka”, lanjut Desak.

Baca Juga: Polisi Lakukan Razia Pada Siswa Menengah Kejuruan Negri 7 di Surabaya

Setelah tiba di lokasi Melukat, pelanggan dapat bersantai dengan secangkir teh rosella panas. Kemudian klien terlebih dahulu akan diajak bicara oleh Ibu Desak.

Setelah klien menerima pemahaman, ia menjalani prosesi Melukat.

Bagi Desak, kunci nomor satu adalah jujur, mau memaafkan diri sendiri dan masa lalu. Jika demikian, klien pulih dari cedera.

“Begitu dia jujur, lepaskan dia, lalu bersihkan dia dengan meluka jadi dia seperti gelas kosong saat kamu move on. Dengan menyakiti, melepaskan pikiran negatif, kata-kata apa pun yang kita ucapkan, kita memaafkan diri sendiri mengapa kita mungkin berpikir negatif atau apa pun. jika tidak, maka kita mulai dengan langkah baru," jelasnya.

“Isi diri kita dengan hal-hal yang positif. Ketika kita mulai mengisi diri kita dengan hal-hal yang positif, otomatis hidup kita menjadi sangat baik”, tambah Desak.

PenulisR24/int


Loading...

Terpopuler

Loading...