Rocky Gerung Nilai Sikap Jokowi soal Ijazah Picu Kecurigaan dan Polemik Demokrasi
RIAU24.COM - Isu dugaan keaslian ijazah mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali mengemuka dan memicu perdebatan di ruang publik.
Polemik ini menguat setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyerahkan salinan ijazah Jokowi kepada pihak-pihak yang mempertanyakannya. Isu tersebut kemudian berkembang luas, tidak hanya menyentuh aspek administratif, tetapi juga memunculkan perdebatan soal transparansi, kepercayaan publik, dan prinsip demokrasi.
Pengamat politik dan filsuf Rocky Gerung menilai persoalan ijazah Jokowi tidak dapat dipersempit sebagai sengketa hukum semata. Menurutnya, isu ini telah berubah menjadi persoalan kejujuran seorang kepala negara di hadapan rakyatnya. Ia menegaskan bahwa publik tidak sedang mempermasalahkan dokumen fisik, melainkan integritas pemimpin.
“Yang ingin diketahui publik adalah kejujuran Jokowi, bukan ijazahnya,” kata Rocky Gerung dalam diskusi yang disiarkan melalui kanal YouTube Pribadi miliknya, @RockyGerungOfficial_2024, dikutip Selasa (27/1/2026) dari tayangan tersebut.
Rocky menjelaskan bahwa pertanyaan publik mengenai ijazah Jokowi harus dipahami dalam konteks relasi antara rakyat dan pemegang mandat kekuasaan. Ia menolak anggapan bahwa Jokowi sedang diserang sebagai individu biasa. Menurutnya, posisi Jokowi sebagai kepala negara membuatnya wajib menjawab keraguan masyarakat.
“Ini bukan antar individu. Jokowi itu ditanya sebagai kepala negara, bukan sebagai Joko Widodo pribadi,” ujar Rocky.