Kisah Tiga Para Generasi Muda yang Bekerja di RAPP, Hanya yang Berkompeten yang Diterima
Kisah Tiga Para Generasi Muda yang Bekerja di RAPP, Hanya yang Berkompeten yang Diterima
Rommy Endrawan awalnya ingin menjadi polisi. Namun, ia gagal saat mengikuti tes pantukhir. Kemudian ia melanjutkan kuliah di Universitas Lancang Kuning Pekanbaru. “Kebetulan keluarga besar dari ibu rata-rata polisi, dan Rommy kebetulan cucu pertama laki-laki, diharapkan melanjutkan jadi polisi. Tapi mungkin takdir berkata lain. Sempat nganggur setahun karena fokus di polisi, gagal di pantukhir, jadi lanjut kuliah,” cerita Rommy Endrawan atau Rommy yang kini menjabat di posisi Application Development.
Rommy menjelaskan bekerja di RAPP harus memiliki komitmen yang kuat. Jika tidak serius, lanjut Rommy, mereka akan gagal.
Baca juga: BRK Syariah Perkuat Pendidikan Inklusif, Salurkan Bantuan CSR ke SLB Pelita Nusa Pekanbaru
“Jadi kalau bekerja di sini (RAPP) sangat berkomitmen, kalau tidak pantas untuk join di sini tidak akan diterima. Jadi bukan karena siapa bapaknya atau anak siapa. Di sini fair, dia bisa ayo lanjut, kalo dia enggak bisa kita harus cari yang sesuai. Jadi tidak minder, sangat bangga malahan,” lanjut Rommy.
3. Eny Chairani
Baca juga: Pasca Penuhi Kewajiban 20 Persen, PTPN IV PalmCo Komitmen Perkuat Kemitraan Inklusif di Rohul
Sebelum diterima sebagai karyawan RAPP, Eny mengikuti program magang. Magang yang seharusnya dua bulan, Eny malah menjalaninya hingga ia lulus. “Seharusnya dari kampus dua bulan, tapi kebetulan orang kantor cocok dengan kontribusi selama magang, jadi diperpanjang sampai tamatlah,” jelas Eny, yang kini tengah menjabat sebagai Corporate Visit Coordinator. zxc2