AS Tuduh Vladimir Putin Bawa Perang Ukraina ke Level Barbar Baru

Senin, 05 Desember 2022 | 11:46 WIB
Vladimir Putin (net) Vladimir Putin (net)

RIAU24.COM Amerika Serikat (AS) menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin tidak tulus tentang dialog damai dengan Ukraina. Menurutnya Putin membawa perang ke level "barbarisme" baru dengan mencoba mematikan listrik warga sipil. 

Pendapat itu diutarakan oleh Wakil Menteri Luar Negeri AS Urusan Politik Victoria Nuland saat bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelensky dan pejabat senior Ukraina lainnya di Kiev. 

Baca Juga: Kremlin Dukung Sayembara Berhadiah Uang Tunai 1 Rp Miliar Yang Bisa Merampas Tank NATO

Kunjungan diplomat Washington itu untuk menunjukkan dukungan Amerika pada saat Rusia berusaha menghancurkan infrastruktur energi negara itu. 

"Diplomasi jelas merupakan tujuan semua orang, tetapi Anda harus memiliki mitra yang bersedia,"katanya kepada wartawan, seperti dikutip Sindonews dari Reuters, Senin (5/12/2022).

"Dan sangat jelas, apakah itu serangan energi, apakah itu retorika dari Kremlin dan sikap umum, bahwa Putin tidak tulus atau siap untuk itu," lanjut dia. 

Sementara presiden AS Joe Biden mengatakan pada hari Kamis pekan lalu bahwa dia siap untuk berbicara dengan Putin jika pemimpin Rusia itu tertarik untuk mengakhiri perangnya di Ukraina. 

Namun gagasan itu mati dengan cepat ketika Kremlin mengatakan Barat harus mengakui aneksasi yang diumumkan Moskow atas empat wilayah Ukraina. 

Reaksi dari Rusia ini, kata Nuland, menunjukkan "betapa tidak seriusnya mereka". Rusia telah melakukan serangan besar-besaran terhadap transmisi listrik dan infrastruktur pemanas Ukraina sejak Oktober, yang menurut Kiev dan sekutunya adalah kampanye yang disengaja untuk menyakiti warga sipil dan merupakan kejahatan perang.

"Putin telah membawa perang ini kelevel barbarisme baru, membawanya ke setiap rumah Ukraina saat dia mencoba mematikan lampu dan air dan mencapai apa yang tidak bisa dia lakukan di medan perang,"ujar Nuland. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dengan cepat merespons anggapan Amerika tersebut. 

"Bukan tugas Nuland untuk mengajar dunia hanya gabungan Amerika Serikat dan NATO yang menghancurkan lebih banyak jaringan energi daripada yang dihancurkan Amerika Serikat dengan sendirinya," kata Zakharova di saluran Telegram, menunjuk ke serangan tahun 1999 di Serbia. 

Baca Juga: BlockBerryCreative Keluarkan Petisi untuk Penangguhan Aktivitas Chuu di Televisi

Selama serangan di Serbia, pesawat tempur mematikan aliran listrik ke lebih dari 70% area. Data itu menurut NATO. Nuland juga bertemu Andriy Yermak, kepala kantor Zelensky, yang menyatakan terima kasih atas bantuan miliaran dolar yang telah diberikan Washington ke Ukraina. 

"Kemenangan Ukraina, yang kami yakini, akan menjadi kemenangan bersama kami," kata kantor Zelensky mengutip ucapannya kepada Nuland.

PenulisR24/riko


Loading...
Loading...