Jeffery Simatupang: Berita Ferry Irawan Aniaya Venna Melinda Sudah Sangat Liar 

Senin, 16 Januari 2023 | 11:06 WIB
Potret Venna Melinda dan Varel dan Hotman Paris Selaku Pengacaranya (Twitter/Foto) Potret Venna Melinda dan Varel dan Hotman Paris Selaku Pengacaranya (Twitter/Foto)

RIAU24.COM - Pengacara Ferry Irawan, Jeffery Simatupang membantah kliennya melakukan penganiayaan terhadap sang istri Venna Melinda. 

Jeffery menilai, berita terkait laporan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dituduhkan Venna Melinda sudah sangat liar. 

Padahal, lanjut Jeffery, kliennya sama sekali tidak pernah melakukan penganiayaan tersebut.

Baca Juga: Film Buatan BUMN Dapat Kritikan Pedas dari Kader PSI: Nggak Gitu-gitu Amat Mencari Keuntungan
 

"Berita ini sudah terlalu liar. Ada pemukulan, penganiayaan, seakan-akan klien saya ini bringas sekali. Tidak pernah terjadi apapun di sana. Tidak ada pemukulan, tidak ada penganiayaan tersebut," ujarnya dikonfirmasi Senin (16/1).

Jeffery memastikan kliennya bakal memenuhi panggilan penyidik Polda Jatim untuk menjalani pemeriksaan perdana setelah statusnya dinaikkan menjadi tersangka. Jeffery bahkan menyatakan, pihaknya siap buka-bukaan terhadap penyidik terkait apa yang sebenarnya terjadi. 

"Kita akan buka semuanya. Kita siap menghadapi proses hukum," ujarnya.

Jeffery tidak terima kliennya yang disebut tidak bersalah terus dipojokkan dalam kasus ini. Maka dari itu, lanjut Jeffery, pihaknya akan membuka fakta sesungguhnya terkait apa yang terjadi di Kota Kediri. 

"Orang yang tidak bersalah jangan semakin diinjak. Orang yang tidak melakukan jangan semakin ditekan. Makanya kita akan buka faktanya," kata Jeffery.

Baca Juga: Kasus ‘Polisi Diduga Diperas Polisi’, Bripka Madih Pilih Mengundurkan Diri  

Seperti diberitakan sebelumnya, penyidik Polda Jatim mengagendakan pemeriksaan Ferry Irawan pada Senin (16/1) setelah statusnya dinaikkan dari saksi menjadi tersangka. 

Penyidik juga telah melakukan pemeriksaan tambahan terhadap Venna Melinda pada Kamis (12/1).

(***)
 

PenulisR24/zura


Loading...
Loading...