Diduga Terserang Virus, Ternak Babi di 6 Kecamatan Kupang NTT Dilaporkan Mati Secara Tiba-tiba 

Senin, 23 Januari 2023 | 12:55 WIB
ilustrasi (Grid.id) ilustrasi (Grid.id)

RIAU24.COM - Sebanyak enam kecamatan di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), melaporkan ternak babi mati diduga terserang virus African Swine Fever (ASF) atau Flu Babi Afrika.

"Enam kecamatan itu antara lain Kecamatan Kupang Timur, Kupang Tengah, Kupang Barat, Kecamatan Semau, Takari, dan kecamatan Nekamese," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Kabupaten Kupang Yosep Paulus, Senin, 23 Januari 2023.

Baca Juga: MJO, Fenomena Cuaca yang Sebabkan Curah Hujan Tinggi hingga Akhir Januari
 

Dia menjelaskan dari total enam kecamatan, jumlah ternak babi mati mendadak milik warga sudah mencapai 75 ekor. 

Paling banyak di Kecamatan Kupang Tengah dengan 32 babi mati, kemudian 26 babi mati di Kupang Timur, enam babi mati di Kecamatan Nekamese, lima babi mati di Takari, tiga babi di Kecamatan Kupang Barat, dan satu babi di Kecamatan Semau.

Pihaknya sudah mengeluarkan imbauan pada 12 Januari 2023 yang meminta para peternak untuk menerapkan biosecurity yang ketat. Saat ini, lanjutnya, dua kabupaten dengan kasus ASF terbanyak adalah Kupang dan Flores Timur.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Provinsi NTT Melky Angsar mengatakan dengan sudah terkonfirmasinya virus ASF tersebut, pemerintah provinsi (pemprov) meminta pemerintah kabupaten (pemkab) untuk membuat aturan guna mencegah masuknya virus itu ke daerah yang masih minim kematian akibat ASF.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pencari Fakta Usut Kecelakaan yang Menewaskan Mahasiswa UI  

“Kami dalam dua hari terakhir sudah bagikan disinfektan ke peternak di Kabupaten Kupang untuk semprot kandang babi,” ujar dia.

Untuk pemda yang belum memiliki disinfektan, kata dia, bisa langsung memintanya ke Pemprov NTT agar bisa digunakan untuk mencegah penyebaran virus ASF.

(***)
 

PenulisR24/zura


Loading...
Loading...