Menu

Peneliti China Pasang Chip di Otak, Sebut Lebih 'Aman' dari Neuralink Elon Musk

Devi 12 Feb 2024, 09:09
Peneliti China Pasang Chip di Otak, Sebut Lebih 'Aman' dari Neuralink Elon Musk
Peneliti China Pasang Chip di Otak, Sebut Lebih 'Aman' dari Neuralink Elon Musk

RIAU24.COM Peneliti China telah mengembangkan implan otak untuk membantu pasien yan mengalami kelumpuhan. Mereka juga telah melakukan uji coba pada manusia untuk terobosan tersebut. Diberitakan SCMP, Universitas Tsinghua di Beijing mengumumkan bahwa perangkat buatan tim peneliti yang dipasang di otak mencapai kemajuan signifikan dalam merehabilitasi pasien manusia yang menerima implan pada 24 Oktober 2023.

Pasien tersebut merupakan bagian dari uji klinis manusia yang sedang berlangsung dan telah terdaftar baik di dalam negeri maupun internasional. Chip otak tersebut harus menjalani studi lebih lanjut sebelum dapat mendapatkan persetujuan untuk penggunaan klinis.

Chip otak yang dibuat oleh peneliti di China, Neural Electronic Opportunity (NEO), berhasil mengembalikan gerakan motorik pasien lumpuh yang dipandu oleh otaknya. Antarmuka otak-komputer (BCI) ini menciptakan jalur komunikasi langsung antara aktivitas listrik di dalam otak dan perangkat eksternal, seperti komputer.

Implan ini diharapkan dapat membantu pasien dengan cedera tulang belakang dan bahkan penyakit seperti epilepsi dan amyotrophic lateral sclerosis (ALS).

"Implan 'minimal invasif' yang dibuat oleh tim China berukuran sebesar dua koin dan dirancang untuk dipasang pada tengkorak. Implan tersebut tidak memiliki baterai, karena ditenagai dari jarak jauh dengan daya nirkabel jarak dekat menggunakan antena frekuensi tinggi," demikian rilis dari Universitas Tsinghua.

Sistem NEO tidak ditanamkan langsung ke jaringan saraf. Sebaliknya, elektrodanya ditempatkan di ruang epidural antara otak dan tengkorak. Elektroda menangkap sinyal saraf dan mengirimkannya secara nirkabel ke penerima eksternal yang terpasang di kulit kepala. Sinyal tersebut kemudian dapat diterjemahkan oleh telepon atau komputer.

Agar implan BCI dapat berkelanjutan, implan tersebut harus memiliki invasif minimal, menurut universitas tersebut.

"Dibandingkan dengan BrainGate, Neuralink, dan BCI implan lainnya, sistem NEO kami telah memvalidasi pendekatan baru dalam menyeimbangkan kinerja dan invasif BCI intrakranial," klaim peneliti. ***