Menu

Israel Serang Kamp Pengungsi Al-Maghazi, 11 Orang Tewas Termasuk Anak-anak

Amastya 17 Apr 2024, 19:19
Di Rafah, serangan udara Israel lainnya menewaskan empat orang dan melukai beberapa lainnya, kata otoritas kesehatan /Reuters
Di Rafah, serangan udara Israel lainnya menewaskan empat orang dan melukai beberapa lainnya, kata otoritas kesehatan /Reuters

RIAU24.COM - Serangan udara Israel di sebuah kamp pengungsi di Gaza tengah pada hari Selasa (16 April) merenggut nyawa 11 warga Palestina, termasuk anak-anak.

Serangan udara itu, menurut pejabat kesehatan Palestina dan media Hamas, menghantam kamp pengungsi Al-Maghazi.

Menangisi tubuh putranya Mohammad, Wafaa Issa Al-Nouri, yang suaminya juga tewas dalam serangan udara, mengatakan, "Saudara-saudara saya sedang duduk di dekat pintu, saudara laki-laki saya terluka, dan sepupunya juga, dan saya kehilangan putra saya, saya tidak punya rumah, atau suami, atau apa pun lagi ".

"Dia sedang bermain di dekat pintu. Kami tidak melakukan apa-apa. Aku bersumpah kita tidak melakukan apa-apa," katanya terisak.

Di kamp pengungsi lain di Jalur Gaza tengah, kamp Al-Nusseirat, penduduk, menurut Reuters, mengatakan pesawat Israel membom dan menghancurkan empat bangunan tempat tinggal bertingkat pada hari yang sama.

Ini terjadi, seperti pada hari Selasa (16 April), tank-tank Israel mendorong ke beberapa bagian Jalur Gaza utara.

Pesawat-pesawat tempur melakukan serangan udara di Rafah, tempat perlindungan terakhir Palestina di selatan wilayah itu, menewaskan dan melukai beberapa orang, lapor Reuters mengutip petugas medis dan penduduk.

Di Rafah, serangan udara Israel lainnya menewaskan empat orang dan melukai beberapa lainnya, kata otoritas kesehatan.

Tepat sebelum tengah malam, serangan udara di sebuah rumah di Rafah juga merenggut nyawa tujuh orang, termasuk anak-anak, dan melukai banyak lainnya.

Kota yang berbatasan dengan Mesir saat ini melindungi lebih dari setengah dari 2,3 juta orang Gaza, yang sesuai laporan bersiap untuk serangan darat Israel yang direncanakan.

IsraelHamas Lakukan Pembicaraan Damai

Enam bulan memasuki perang antara Israel dan kelompok militan Hamas, masih belum ada tanda-tanda terobosan dalam pembicaraan yang dipimpin AS, Qatar dan Mesir untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

Ini karena Israel dan Hamas terus berpegang pada kondisi mereka yang saling tidak dapat didamaikan.

Sesuai data dari kementerian kesehatan Palestina, sejak dimulainya konflik pada 7 Oktober 2023, lebih dari 33.000 warga Palestina, termasuk 46 dalam 24 jam terakhir, telah tewas oleh tembakan Israel.

(***)